Rabu, 22 Juli 2026 | 02:33
OPINI

Obituari Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno sebagai Renungan Kebangsaan

Selamat Jalan Bapak Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Obituari Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno sebagai Renungan Kebangsaan
Kol Sus Yos. M.M. Bintoro, S.Fil., M.Sc., Pr ketika sebagai Kepala Bidang Pembinaan Mental Ideologi Pusbintal TNI bertemu Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno (Dok Rm Yos)

ASKARA - Hingga akhir hayatnya Bapak Try Sutrisno (15 November 1935- 2 Maret 2026) aktif sebagai pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sosok  lintas generasi, negarawan terbaik bangsa dan seorang prajurit yang mengabdikan tiga perempat hidupnya kepada masyarakat ini tidak hanya dekat dengan kalangan senior, tetapi juga generasi muda.

Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6,  tidak segan untuk berdiskusi, bahkan menghadiri acara yang digelar yuniornya.

Saat 22 Juni 2022 Pusbintal TNI menginisiasi pertemuan Panglima TNI dengan BPIP, didampingi Wakil Ketua Dewan Pngarah BPIPI Jenderal TNI (Purn) Try Strisno, Sekretaris Dewan Pengarah, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, S.Ip., Kepala BPIP Bp. Prof. Drs KH. Yudian Wahudi, MA, Ph.D Dengan Kababinkum, Aster Panglima TNI dan Kapusbintal TNI.  Sebagai Kepala Bidang Pembinaan Mental Ideologi Pusbintal TNI, Kol Sus Yos. M.M. Bintoro, S.Fil., M.Sc., Pr merancang pertemuan monumental tersebut.

Bangsa Indonesia kehilangan sosok yang tegas, disiplin, serta memiliki komitmen kuat terhadap stabilitas nasioal dan pembangunan bangsa. Keteladanan beliau dalam kepemimpinan dan pebandian menjai warisan nilai yang penting bagi generasi penerus. Beliau adalah figur yang konsisten menjaga semangat nasionalisme dan persatuan.

Indonesia kehilangan negarawan yang pada masa tuanya terus menyemaikan semangat kebangsaan dan bahkan melakukan kritik terbuka pada gagasan-gagasan yang dilontarkan di publik, baik saat Orde Baru maupun pada masa Reformasi.

Di acara "Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Rangka Peringatan 80 Tahun Membumikan Pancasila" dan Peluncuran Pancasla Virtual Expo 2025 di Universitas Indonesia, 21 jULI 2025 beliau menyampaikan bahwa *kehidupan bangsa Indonesia saat ini cenderung berkarakter liberal yang mengkikus moral dan etika kehidupan sesuai Pancasila*.

Kritik Pak Try harus dipertimbahgkan, karena wajah Indonesia sudah liberal kapitalistik dan semakin jauh dari etika, moral, dan sendi falsafat Pancasila".

Pak Try sampai mengatakan pada saat itu: "Pelaksanaan demokrasi sangat liberal, bahkan lebih liberla dari sistem yang berlaku di Amerika Serikat." 

Pak Try mengharapkan ada evaluasi dan kaji ulang terhadap sistem ketatanegaraan. Karena menurutnya, Amandemen UUD 1945 yang mendadak, bahkan tanpa kajian dan permenungan mendalam, banyak kelemahannya setelah dilaksanakan lebih dari dua dekade terakhir.

Hal yang disayangkan adalah hilangnya musyawarah bangsa di dalam ketatanegaraan kita, yakni lenyapnya MPR sebagai perwujudan lembaga tertinggi negara. Tak ada lagi Garis-garis Besar Halian Negara (GBHN) yang dibuat oleh MPR RI sehingga rakyat tidak lagi  menjadi penentu arah kebijakan dan kehidupan negara Indonesia. Kini, arah politik dibuat oleh partai politik yang ritme kehidupannya hanya berjangka pendek untuk menang setiap lima tahunan.

Ke depan, dari pandangan Try Sutrisno, reformasi tidak bisa lagi berdasarkan prinsip liberal, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dasar keindonesiaan. Reformasi seharusnya berakar pada nilai diri bangsa Indonesia, bukan sekadar perubahan yang terpengaruh oleh gelombang luar liberalisasi.

Bapak Try memandang demokrasi adalah sarana untuk mencapai tujuan kekerdekaan dan bukan tujuan akhir kehidupan bernegara. Untuk bangsa yang besar seperti Indonesia, evaluasi dan tinjauan kembali terhadap praktik demokrasi dan kehidupan berbangsa sangat diperlukan agar sesuai dengan nilai dasar dan karakter bangsa Indonesia.

Kritik negarawan senior Pak Try ini perlu untuk direnungkan sebagai diskursus penting dalam kehidpan bernegara.

Pak Try, teladan Bapak demikian menggores di sanubari kami. Ijinkan kami meneruskan gagasan Bapak agar Indonesia Raya abadi berkumandang di seantero negeri. Salam Pancasila!!

Salam sehat, berlimpah berkat
+ Rm Yos. Bintoro, Pr

 

 

Komentar