Kamis, 04 Juni 2026 | 10:47
NEWS

Jika Korea Utara Bantu Iran, Akankah Nuklir Digunakan?

Jika Korea Utara Bantu Iran, Akankah Nuklir Digunakan?
Ilustrasi perang (Dok Askara)

ASKARA - Praktisi spiritual Ki Dadigaro memprediksi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah akan berlangsung lebih dari satu bulan sebelum mereda. Ia menilai eskalasi yang terjadi saat ini masih berada pada fase awal dan akan berkembang dalam beberapa pekan ke depan.

Menurut Ki Dadigaro, sejumlah negara, seperti Korea Utara disebut akan ikut membantu Iran dalam dinamika konflik yang terjadi. Namun demikian, ia menegaskan, tidak akan ada peluncuran senjata nuklir dalam perang kali ini.

“Perang akan berlangsung cukup lama, lebih dari sebulan. Tapi tidak sampai ke tahap perang nuklir,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Askara, Selasa (3/3).

Ia juga memprediksi, pada akhirnya Amerika Serikat akan tetap berada di posisi unggul dalam konflik tersebut. Meski demikian, dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga akan mengguncang perekonomian global.

Ki Dadigaro menilai gejolak harga energi, gangguan distribusi logistik, hingga ketidakstabilan pasar keuangan dunia akan menjadi konsekuensi serius. Indonesia, sebagai bagian dari ekonomi global, disebutnya tidak akan luput dari imbas tersebut.

“Dampak ekonomi akan melanda dunia, termasuk Indonesia. Harga-harga bisa naik dan kondisi ekonomi akan terasa berat,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga menghadapi situasi global yang tidak menentu.

 

 

Komentar