Kamis, 04 Juni 2026 | 05:21
NEWS

Pendiri TRAMP: Try Sutrisno, Jenderal Santun dan Pembina Pecinta Alam

Pendiri TRAMP: Try Sutrisno, Jenderal Santun dan Pembina Pecinta Alam
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno semasa jabat Pangdam Jaya ketika melantik anggota TRAMP (Dok TRAMP)

ASKARA - Pendiri Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP), Rolando Edmond, menyampaikan testimoni dan penghormatan mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, .

Dalam keterangannya, Edmond mengenang kedekatannya dengan almarhum sejak menjabat sebagai Pangdam V/Jayakarta. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dikenalkan dengan Try Sutrisno oleh Kolonel CZI Soeparno Aster, sesama Korps Zeni (CZI). Try Sutrisno juga dikenal satu angkatan dengan Jenderal .

Edmond menuturkan, pada pelaksanaan Pendidikan Dasar (Diksar) TRAMP tahun 1982 di Rindam, dukungan dari jajaran Kodam V/Jayakarta sangat besar. Bahkan pada Diksar 1983 dengan 138 peserta, diterbitkan Surat Keputusan Pangdam yang menetapkan Pangdam sebagai Pelindung Pecinta Alam TRAMP.

“Ramadhan 1983, saya bersama almarhum Apit menghadap Pak Try di rumah beliau seusai tarawih untuk meminta kesediaan beliau menjadi Inspektur Upacara penutupan Diksar. Beliau menyetujui dan dalam sambutannya hafal betul kepanjangan TRAMP: Tanah Raga Air Madya Pancasila,” kenang Edmond, Senin (2/3).

Menurutnya, Try Sutrisno memiliki perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda. TRAMP bahkan menjadi bagian pembinaan di lingkungan Kodam, dengan rutinitas ikut lari pagi bersama Pangdam setiap Sabtu.

Edmond mengaku bangga menyaksikan anak-anak SMA yang dahulu masuk Barak Rindam melalui TRAMP, hingga kini, tahun 2026, masih aktif mendaki gunung dan berkegiatan di alam di sela kesibukan masing-masing. Ia menyebut beberapa nama, seperti Ipul angkatan 83 dan Ismu 84 yang aktif dalam kegiatan sosial di daerah bencana, Dar Edi Yoga 85 yang kini menjabat Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia, serta Sasmita Nugroho yang menjadi salah satu pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup.

Selain itu, Argum 80 disebutnya masih aktif berkegiatan pendakian, termasuk Abdul Haris Daeng aktif di kegiatan bahari. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua TRAMP hingga 2023 yang tetap loyal kepada TRAMP,” ujarnya.

Edmond juga mengisahkan keterlibatannya bersama rekan-rekan dalam kegiatan sosial dan pengamanan remaja pada era tersebut sebagai bagian dari Satgas Kopkamtib. Ia menyebut dukungan Try Sutrisno menjadi motivasi kuat bagi anggota TRAMP untuk terus berkarya dan menjaga semangat kebersamaan.

Di akhir testimoninya, Edmond menyampaikan rasa hormatnya kepada Try Sutrisno yang ia sebut sebagai sosok jenderal santun, berwibawa, dan pembina generasi muda.

“Hormat saya kepada Pak Try Sutrisno. Jenderal hebat, santun, berwibawa. Semoga arwah beliau dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosanya. Jasa beliau abadi. Terima kasih atas tanda tangan beliau di ijazah anggota TRAMP,” tutup Edmond.

Ucapan doa pun dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

 

Komentar