Israel Kembali Serang Jantung Teheran
ASKARA – Militer Israel mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan baru yang disebut menyasar “jantung Teheran”, di tengah eskalasi konflik besar antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang disebut “massif dan berkelanjutan” terhadap pusat kepemimpinan serta instalasi militer Iran. Dalam perkembangan dramatis, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam struktur komando strategis di ibu kota.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi yang komprehensif dari otoritas Teheran terkait kabar tersebut. Namun sejumlah sumber regional menyebut dampak serangan sangat signifikan dan memukul pusat kendali militer Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan agar pasukan Iran meletakkan senjata. Ia juga meminta rakyat Iran bangkit melawan pemerintahannya, dalam pernyataan yang dinilai sebagai tekanan politik terbuka terhadap rezim di Teheran.
Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke berbagai aset serta sekutu Amerika Serikat di kawasan. Serangan dilaporkan menyasar Israel serta sejumlah negara seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Rentetan serangan dan balasan tersebut memperbesar risiko perang regional berskala luas. Pengamat geopolitik menilai, jika kematian Khamenei terkonfirmasi, Iran akan menghadapi fase suksesi kepemimpinan yang sangat krusial dan berpotensi memicu instabilitas internal.
Timur Tengah kini berada dalam situasi paling genting dalam beberapa dekade terakhir, dengan potensi konflik yang dapat meluas dan menyeret lebih banyak kekuatan global.

Komentar