Ribuan Warga Padati Kridasana, Singkawang Targetkan Satu Juta Wisatawan Cap Go Meh 2026
ASKARA - Semarak Perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang kian terasa dengan digelarnya Pentas Seni Budaya dan Expo UMKM di Stadion Kridasana, Kamis (26/2/2026) malam.
Ribuan masyarakat memadati area stadion untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya yang mencerminkan harmoni keberagaman etnis di Kota Singkawang. Berbagai sanggar dan komunitas tampil memukau, di antaranya Sanggar Simpe Talino 2, Sanggar Mancarsiat, Teater Biak Singkawang, Sanggar SM. Tsjafioesdin, Sanggar Gadis Timur, SMP Barito Singkawang, komunitas Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor), hingga Kerukunan Keluarga Kawanua Maesa Singkawang (Manado). Penampilan artis dan band turut menyemarakkan suasana malam perayaan.
Expo UMKM menjadi daya tarik utama dengan kehadiran 272 stan kuliner, 22 stan permainan, 12 stan sponsor, serta 74 stan di luar stadion. Aneka produk makanan, minuman, kerajinan, hingga jasa lokal diserbu pengunjung yang jumlahnya mencapai sekitar 1.000 orang sepanjang kegiatan berlangsung. Event ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan omzet selama musim perayaan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Singkawang memasang target ambisius pada Festival Cap Go Meh 2026. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026, dengan target satu juta kunjungan wisatawan.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan target tersebut didasarkan pada tren peningkatan kunjungan dalam tiga tahun terakhir.
“Pada tahun 2023 jumlah kunjungan mencapai 606.663 orang. Tahun 2024 karena bertepatan dengan Pilpres dan hanya digelar mini Cap Go Meh, tercatat 305.496 kunjungan. Sementara pada 2025 meningkat tajam menjadi 702.056 kunjungan,” ujarnya saat jumpa media di Singkawang, Jumat (27/2).
Menurutnya, lonjakan dari 2024 ke 2025 menunjukkan potensi besar untuk terus meningkat pada 2026. Apalagi Festival Cap Go Meh Singkawang telah dikenal luas sebagai agenda budaya berskala nasional dengan daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Target satu juta kunjungan ini merupakan upaya mendorong Singkawang semakin dikenal sebagai kota pariwisata yang mengedepankan kekayaan budaya dan keberagaman,” tegasnya.
Festival Cap Go Meh sendiri merupakan puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang. Atraksi budaya, parade tatung, serta tradisi khas Tionghoa selalu menjadi magnet utama yang menyedot perhatian publik.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhlis, menyampaikan bahwa tingkat hunian hotel menjelang puncak perayaan terus meningkat signifikan. Dari total 47 hotel yang ada, sejumlah hotel telah penuh dipesan wisatawan, di antaranya Swiss-Belinn Singkawang, Hotel Mahkota Singkawang, Hotel Sentosa Singkawang, Hotel Hongkong Inn Singkawang, Hotel Cyndhai Singkawang, Hotel City Room Singkawang, dan Bobo Inn Singkawang.
Menurut Mokhlis, meskipun masih tersedia kamar di beberapa hotel lain, tingkat okupansi diperkirakan terus naik hingga mendekati puncak acara pada 3 Maret 2026.
Momentum Cap Go Meh, lanjutnya, selalu berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, terutama sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis penyelenggaraan Cap Go Meh 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga Kota Singkawang.

Komentar