Rabu, 17 Juni 2026 | 16:49
NEWS

Tujuh Emir Sambut Prabowo di Abu Dhabi

Tujuh Emir Sambut Prabowo di Abu Dhabi
Tujuh Emir sambut Prabowo di Abu Dhabi (Dok Setkab)

ASKARA - Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan kehormatan dari Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Qasr Al Bahr, Kamis (26/2/2026).

Dalam momentum istimewa tersebut, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) yang juga Emir Abu Dhabi mengajak enam penguasa Emirat lainnya untuk bersama-sama menerima Presiden Prabowo. Pertemuan lengkap tujuh pemimpin Emirat ini pada prinsipnya merupakan forum yang lazim digelar setahun sekali.

Ketujuh pimpinan Emirat yang hadir yakni Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden Uni Emirat Arab, Emir Dubai yang juga menjabat Perdana Menteri PEA, serta Emir Sharjah, Emir Ajman, Emir Umm Al Quwain, Emir Ras Al Khaimah, dan Emir Fujairah. Presiden Prabowo memperoleh kehormatan duduk bersama tujuh pemimpin tersebut dalam satu forum resmi kenegaraan.

Rangkaian agenda dilanjutkan dengan iftar atau buka puasa bersama, kemudian salat Magrib berjamaah bersama rombongan kedua negara, mencerminkan kedekatan kultural dan spiritual antara Indonesia dan PEA sebagai sesama negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Sebagai penutup, Presiden Prabowo dan Presiden MBZ menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) lebih dari satu jam. Dalam pembahasan strategis, kedua pemimpin menitikberatkan pada penguatan kerja sama energi serta kemitraan ekonomi masa depan. PEA juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan investasi di Indonesia dalam berbagai sektor prioritas.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan. Tahun 2026 memiliki makna khusus karena menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan PEA. Setengah abad kemitraan tersebut menjadi fondasi kokoh bagi kedua negara untuk membuka babak baru kerja sama strategis yang lebih luas, lebih dalam, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat kedua bangsa.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha.

 

 

Komentar