Rabu, 17 Juni 2026 | 23:19
NEWS

Di Himas Coffee, Prof. Rokhmin Dorong Lompatan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api

Di Himas Coffee, Prof. Rokhmin Dorong Lompatan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api
Prof Rokhmin Dahuri bersama para tokoh Tionghoa (dok.askara)

ASKARA — Dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi lintas komunitas, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., hadir sebagai pembicara utama dalam Diskusi Ekonomi bertajuk Bangkitkan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api yang digelar di Himas Coffee, di Cirebon, Senin (23/2) malam.  

Acara yang dibuka dengan sambutan Jeremy Huang ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat, mulai dari kelompok pengusaha, pelaku UMKM, pegiat seni, kader PDI Perjuangan Cirebon, hingga tokoh-tokoh Tionghoa setempat. Forum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama atas ketidakpastian ekonomi yang semakin terasa, terutama bagi pelaku UMKM dan sektor riil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.  

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa arah ekonomi global saat ini penuh dengan turbulensi. Ketegangan geopolitik, perang dagang, krisis ekologis berlapis (triple ecological crisis), serta disrupsi teknologi industri 4.0 membuat stabilitas ekonomi dunia semakin rapuh. 

Indonesia, menurutnya, memiliki potensi besar untuk bangkit, namun masih menghadapi tantangan daya saing yang tertinggal. Hal ini tercermin dari pendapatan per kapita yang baru mencapai sekitar 4.900 dolar AS per tahun, jauh di bawah standar negara maju yang berada di atas 14.000 dolar AS.  

“Di saat pertumbuhan ekonomi cenderung tertahan di kisaran 5 persen, kita perlu lompatan besar agar Indonesia bisa naik kelas. Targetnya, pertumbuhan harus mencapai 7 persen pada 2028 dan 8 persen pada 2029,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor tersebut dengan penuh optimisme.  

Bertahan, Berinovasi, dan Sejahtera

Prof. Rokhmin Dahuri memaparkan strategi jangka pendek yang harus segera dijalankan untuk menjaga ketahanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.  

Ia menekankan tiga langkah utama:  

1. Mempertahankan industri dan unit usaha yang sudah ada agar tidak gulung tikar atau menurunkan produksi. Hal ini dapat dilakukan melalui skema subsidi, capacity building, serta stimulus yang tepat sasaran.  

2. Mendorong pengembangan sektor ekonomi baru seperti Blue Economy, Green Economy, dan ekonomi digital berbasis Industry 4.0 sebagai sumber pertumbuhan masa depan.  

3. Meningkatkan produktivitas nasional sekaligus menyediakan lapangan kerja yang layak dan mensejahterakan, karena daya beli masyarakat hanya akan naik jika penghasilannya meningkat.  

Pesan penutup dari Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu menggema di ruangan: “Industri harus bertahan dan tumbuh, sektor baru harus lahir, dan rakyat harus mendapatkan pekerjaan yang bermartabat.”  

Ia menegaskan bahwa ekonomi tidak boleh berjalan di tempat. Dengan komunikasi yang jujur, tata kelola yang rapi, serta kolaborasi lintas elemen, baik Cirebon maupun Indonesia dapat memperkuat fondasi menuju kemandirian ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.  

Diskusi semakin hidup dengan paparan Dennis Firmansjah, Presiden Komisaris PT Aditama Finance, yang menekankan pentingnya prinsip FAITH sebagai kunci sukses menghadapi tahun 2026. Peserta forum turut menyampaikan masukan terkait tantangan bisnis, transparansi pengelolaan keuangan negara, serta pentingnya menjaga kredibilitas agar akses pembiayaan semakin terbuka bagi pelaku usaha.  

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas lintas komunitas. Semangat kebersamaan yang terbangun di Himas Coffee mencerminkan harapan baru: bahwa dengan kolaborasi, keberanian, dan visi jangka panjang, ekonomi mandiri Indonesia dapat benar-benar bangkit di tengah ketidakpastian global.

Forum ini bukan sekadar diskusi, melainkan momentum refleksi dan penyatuan visi. Para peserta menyadari bahwa di tengah ketidakpastian global, strategi jangka pendek yang konkret adalah kunci agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga melompat menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Komentar