Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:40
NEWS

Analisa Tanggal Gempa di Situs VSI ESDM Dipertanyakan

Analisa Tanggal Gempa di Situs VSI ESDM Dipertanyakan
Tangkapan layar laporan gempa terjadi pada Selasa, 26 Februari 2026, pukul 14:46:50 WIB di pantai utara Provinsi Papua (Dok PVMBG)

ASKARA - Laporan gempa bumi yang dimuat di laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui situs VSI ESDM menuai sorotan terkait penulisan tanggal kejadian.

Dalam laporan tersebut disebutkan gempa terjadi pada Selasa, 26 Februari 2026, pukul 14:46:50 WIB di pantai utara Provinsi Papua, tepatnya di wilayah Kecamatan Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi, dengan magnitudo M5,7 pada kedalaman 10 km berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Namun, berdasarkan kalender tahun 2026, tanggal 26 Februari tidak jatuh pada hari Selasa, melainkan Kamis. Ketidaksesuaian ini memunculkan dugaan kesalahan administratif atau kekeliruan input tanggal dalam rilis resmi tersebut.

Data pembanding dari United States Geological Survey (USGS) menyebut pusat gempa berada pada koordinat 2,105°LS dan 138,852°BT dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 10,6 km. Sementara GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman mencatat magnitudo Mb5,7 pada kedalaman 10 km dengan koordinat yang relatif berdekatan.

Secara geologi, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal (shallow crustal earthquake) yang berkaitan dengan aktivitas patahan mendatar berarah baratlaut–tenggara (U314,2°T). Wilayah pesisir utara Kabupaten Sarmi memang tersusun atas litologi yang relatif lunak, dengan nilai Vs30 di bawah 160 m/s (kelas E), sehingga berpotensi memperkuat guncangan di permukaan.

Guncangan dilaporkan mencapai skala IV–V MMI di pantai utara Kabupaten Sarmi dan II–III MMI di Kota Jayapura. Hingga laporan dibuat, tidak ada informasi korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Meski substansi teknis laporan tergolong lengkap, kesalahan pada penulisan hari dan tanggal dalam dokumen resmi dinilai penting untuk segera dikoreksi. Dalam konteks mitigasi bencana, akurasi waktu kejadian menjadi elemen krusial untuk validasi data, sinkronisasi antar-lembaga, hingga analisis kronologi respons darurat.

Pakar kebencanaan menilai, klarifikasi dari pihak terkait diperlukan guna memastikan tidak terjadi kebingungan data publik, terutama dalam arsip kejadian gempa nasional.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait koreksi tanggal tersebut dari pihak pengelola situs VSI ESDM.

 

Komentar