Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:07
NEWS

Aksi di Depan Polda DIY Ricuh, Gerbang Roboh dan Ledakan Picu Kepanikan

Aksi di Depan Polda DIY Ricuh, Gerbang Roboh dan Ledakan Picu Kepanikan
Massa yang terdiri dari elemen masyarakat dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Yogyakarta (Dok Askara)

ASKARA - Situasi di depan Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memanas pada Selasa (24/2) petang. Puluhan massa berpakaian serba hitam mendatangi lokasi sekitar pukul 18.30 WIB. Sebagian besar peserta aksi terlihat mengenakan penutup wajah.

Unjuk rasa yang digelar sebagai bentuk protes atas tewasnya seorang remaja 14 tahun di Maluku akibat dugaan kekerasan oknum aparat itu berlangsung tegang dan diwarnai sejumlah insiden, mulai dari pembongkaran pembatas jalan hingga robohnya gerbang sisi timur Mapolda DIY.

Long March dari Kampus

Aksi diawali dengan titik kumpul di Kampus UPN Veteran Yogyakarta sekitar pukul 16.30 WIB. Massa yang terdiri dari elemen masyarakat dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, seperti UGM, UNY, dan UPN Veteran Yogyakarta, kemudian melakukan long march menuju Mapolda DIY.

Setibanya di lokasi, massa langsung merangsek ke gerbang timur. Water barrier yang sebelumnya dipasang aparat dibongkar. Ketegangan meningkat saat terjadi aksi dorong-mendorong antara massa dan barikade keamanan.

Sekitar pukul 18.43 WIB, gerbang timur Mapolda DIY roboh akibat desakan massa. Setelah itu, sejumlah orang terlihat mencoret tembok luar markas dengan berbagai tulisan bernada protes.

Lalu Lintas Lumpuh

Kericuhan berdampak pada arus lalu lintas di jalur Ring Road Utara. Kemacetan panjang terjadi di sekitar simpang empat Condongcatur hingga kawasan UPN karena massa meluber ke badan jalan dan melakukan pengalihan arus secara mandiri.

Ledakan Misterius

Situasi semakin mencekam sekitar pukul 19.55 WIB ketika terdengar suara ledakan keras dari arah kerumunan. Massa yang sebelumnya bertahan di depan gerbang yang telah roboh mendadak berlarian menyelamatkan diri.

Hingga kini belum diketahui secara pasti sumber maupun jenis benda yang menimbulkan ledakan tersebut. Aparat mengalihkan arus lalu lintas sepenuhnya demi menjaga keamanan dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Di tengah situasi yang memanas, muncul sekelompok orang yang mengatasnamakan warga Yogyakarta dan membubarkan aksi demonstrasi tersebut. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait rangkaian peristiwa yang terjadi sepanjang aksi berlangsung.

 

 

Komentar