R.Ngt Arini: Spiritualitas Tak Selalu Tunduk pada Logika
ASKARA - R.Ngt Arini dari PMBN Banyumas Raya membagikan pesan reflektif tentang iman dan spiritualitas di tengah suasana ibadah puasa. Dalam renungannya, ia menekankan, tidak semua hal dalam kehidupan dapat diukur atau dijelaskan melalui logika semata.
"Terkadang untuk suatu pemahaman spiritual kita tidak bisa menggunakan logika," ujarnya mengawali pesan tersebut, Jumat (20/2).
Ia kemudian mengajak masyarakat merenungkan proses awal kehidupan manusia. Bagaimana setetes benih dapat berkembang menjadi janin dan tumbuh menjadi seorang manusia utuh. Menurutnya, secara ilmiah hal itu bisa dijelaskan, tetapi pada sisi terdalam tetap menyisakan ruang takjub yang melampaui nalar sederhana.
Dalam ranah keagamaan, lanjutnya, pertanyaan-pertanyaan rasional kerap muncul. Misalnya, mengapa Tuhan tidak terlihat, atau bagaimana sesuatu yang tak kasatmata tetap diyakini keberadaannya.
Arini mencontohkan udara yang tidak terlihat namun nyata dirasakan manfaatnya. Bagi dirinya, contoh tersebut menjadi gambaran bahwa tidak semua kebenaran hadir dalam bentuk visual atau dapat disentuh secara fisik.
Ia menilai, akal adalah anugerah penting bagi manusia, tetapi iman juga memiliki ruangnya sendiri. Spiritualitas, menurutnya, lebih dekat pada kesadaran batin, rasa syukur, dan kerendahan hati menerima keterbatasan diri.
Momentum puasa, kata Arini, menjadi waktu yang tepat untuk memperdalam refleksi tersebut. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan menundukkan ego serta memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Di akhir pesannya, ia menyampaikan doa dan harapan bagi umat yang menjalankan ibadah puasa agar diberikan kekuatan dan keberkahan. Renungan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik logika, selalu ada ruang sunyi tempat iman bertumbuh.

Komentar