Perjalanan Menuju Fitrah
ASKARA - Umat Katolik memasuki masa prapaskah: pantang, puasa, berdoa dan berbuat baik. Saudara Muslim pada saat yang sama memulai puasa Ramadhan.
Keduanya mengarah pada satu tujuan: Panggilan menuju kesucian hidup, perjalanan menjalani kemenangan fitriah.
Kedua jalan itu sama-sama melewati ujian, yakni kesetiaan untuk berjuang melawan hawa nafsu: haus, lapar, sabar, jujur, memaafkan, memberi sedekah, berbuat baik dan melaksankan laku amal kasih.
Bagi umat Kristiani, salib adalah pergulatan batin melawan keinginan diri:
Aku ingin dihargai; tetapi Tuhan mengajarkan untuk melayani.
Aku ingin dimengerti; tetapi Tuhan mengajarkan untuk memahami.
Aku ingin didahulukan; tetapi Tuhan mengajarkan untuk merendahkan diri.
Dan disanalah letak rahmat Sang Kuasa:
mengikut Dia berarti mati terhadap “aku” yang lama.
Setiap kali aku mempertahankan ego,
aku sebenarnya menjauh dari-Nya.
Setiap kali aku berani melepaskan diri,
aku justru semakin dekat.
Masukilah masa puasa dengan penyangkalan diri, karena tanpa itu, mustahil aku menjadi anak-anak Allah, bagaikan cincin emas dari Sang Ilahi empunya kehidupan..
Lord of the ring, Dia menghendaki anak-anak buah cintaNya sangguh memasuki masa puasa, memikul salib setiap hari, bertobat lewat cara padang baru: merawat bumi, mencintai manusia, lingkungan hidup dan semesta.
Kasih mesti diperbarui, setiap hari. Artinya, setiap pagi aku mesti memilih lagi: ikut jalan Tuhan ... atau kembali pada cara pandang lama yang berpusat pada diriku sendiri.
Barangsiapa ingin menyelamatkan dirinya dia akan kehilangan nyawanya. Namun, barangsiapa memberikan nyawanya demi Tuhan, dia akan menyelamatkan nyawanya.
Jangan pernah hindari pengurbanan, hindari mencari aman dalam zona nyaman, bertolaklah ke laut yang dalam dengan semangat kasih, Inilah jalan menuju kesucian (fitriah) hidup, menuju kesempunaan kasih, taat dalam disiplin gerakan dalam perjalanan berziarahan hidup.
Masa puasa atau masa tobat merupakan saat berkat Tuhan mengalir kepada setiap orang yang mau terus belajar menjadi murid yang dengan tekun serta setia menjadi pelaku firman Tuhan.
Mukjizat terjadi manakala setiap orang merendahkan diri di hadapan sesama, berani memikul salib, sekecil apapun salib itu tersaji dalam perjalan hidup..
Salib bukan akhir perjalanan.
Salib adalah jalan menuju kebangkitan gerakan perubahan berdasar cara pandang baru.
Salam sehat, berlimpah berkat.
+ Rm Yos Bintoro, Pr

Komentar