Rabu, 17 Juni 2026 | 18:28
NEWS

Buah Wajib Saat Imlek, Simbol Hoki dan Doa Kebaikan

Buah Wajib Saat Imlek, Simbol Hoki dan Doa Kebaikan
Ilustrasi buah-buahan (Dok Freepik)

ASKARA - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan lampion merah, angpao, dan barongsai, tetapi juga dengan tradisi menyiapkan buah-buahan tertentu yang dipercaya membawa keberuntungan.

Di banyak keluarga Tionghoa, buah menjadi bagian penting dalam sajian meja tamu maupun persembahan doa awal tahun. Selain sebagai simbol rezeki dan kesehatan, buah-buahan ini juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan harapan hidup lebih baik di tahun baru.

Beberapa buah dianggap “wajib” hadir saat Imlek karena memiliki arti khusus, baik dari warna, bentuk, maupun pelafalan namanya dalam budaya Tionghoa.

Jeruk Mandarin dan Jeruk Santang: Jeruk menjadi buah paling umum saat Imlek. Warnanya yang keemasan melambangkan kemakmuran, sementara bentuknya yang bulat dimaknai sebagai keutuhan dan keberuntungan. Jeruk juga sering diberikan sebagai buah tangan ketika berkunjung ke rumah keluarga.

Apel: Apel melambangkan kedamaian dan keselamatan. Buah ini banyak disajikan karena dipercaya membawa energi positif bagi keluarga, terutama untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Anggur: Anggur identik dengan kelimpahan. Buah ini sering dimaknai sebagai simbol rezeki yang berlimpah dan kehidupan yang semakin manis di tahun baru.

Delima: Delima dikenal sebagai simbol kesuburan dan keberkahan keluarga. Buah ini sering dikaitkan dengan harapan agar keluarga semakin besar, harmonis, dan penuh kebahagiaan.

Nanas: Nanas juga sering disajikan karena dalam beberapa tradisi dianggap sebagai simbol “datangnya hoki”. Nanas dipercaya membawa keberuntungan dan kelancaran usaha, sehingga banyak dipilih sebagai buah pembuka tahun.

Pir: Pir kerap dimaknai sebagai simbol kesehatan dan umur panjang. Namun di beberapa keluarga, pir juga dihindari sebagai hadiah karena memiliki makna perpisahan. Karena itu, pemilihan pir biasanya menyesuaikan tradisi masing-masing keluarga.

Simbol dan Kebersamaan

Buah-buahan saat Imlek bukan sekadar pelengkap meja. Tradisi ini menjadi cara masyarakat menanamkan nilai syukur, doa, dan kebersamaan keluarga di awal tahun.

Tak heran, menjelang Imlek, permintaan buah-buahan tertentu biasanya meningkat di pasar dan pusat perbelanjaan karena banyak keluarga ingin menyambut Sincia dengan simbol-simbol terbaik untuk memulai tahun baru.

 

 

Komentar