Kamis, 23 Juli 2026 | 10:02
OPINI

Imlek: Menata Hati Menjaga Harmoni

Imlek: Menata Hati Menjaga Harmoni
Ilustrasi Tahun Kuda (Dok Rm Yos)

ASKARA - Imlek bukan sekadar pergantian tahun.
Ini tentang berhenti sejenak.
Menengok hidup.
Membersihkan hati.
Memperbaiki relasi.

Keluarga kembali jadi pusat.
Orang tua dihormati.
Meja makan jadi ruang rekonsiliasi.
Awal baru dimulai dari rumah.

Firman hari ini senada.
Surat Yakobus bicara tentang bertahan.
Pencobaan ada.
Godaan nyata.
Namun hidup lahir dari kesetiaan.
Yang baik selalu datang dari Allah.

Mazmur memberi nada tenang.
Tuhan mendidik dengan kasih.
Di tengah hari sulit, ada pegangan.
Di saat goyah, ada penghiburan.

Injil Markus lebih tajam.
Yesus mengingatkan tentang “ragi”.
Ragi yang merusak dari dalam.
Lupa pada kebaikan yang sudah nyata.
Padahal roti pernah berlimpah.
Mukjizat pernah terjadi.

Imlek mengajak refleksi yang sama.
Apa yang perlu dilepaskan.
Apa yang jangan dibawa ke tahun baru.
Keserakahan.
Dengki.
Permusuhan.

Yang layak dibawa justru ini:
kesetiaan,
integritas,
dan harmoni.

Di tengah masyarakat yang majemuk,
nilai Imlek relevan dan membumi.
Hidup berdampingan.
Menjaga damai.
Menguatkan keluarga.
Melayani tanpa merusak.

Awal baru tidak selalu gaduh.
Sering justru sunyi.
Dan jujur.

Selamat Imlek.
Semoga tahun ini lebih jernih.
Lebih waras.
Lebih manusiawi.

+ Salam sehat berlimpah berkat,
Rm. Yos Bintoro, Pr

 

Komentar