Rabu, 17 Juni 2026 | 18:44
NEWS

Rahmi Hatta 100 Tahun: Kesederhanaan, Seni, dan Ilmu Jadi Warisan

Rahmi Hatta 100 Tahun: Kesederhanaan, Seni, dan Ilmu Jadi Warisan
Meutia Hatta, Putri pertama Rahmi Hatta sedang memberikan sambutan (Dok: Graece Tanus)

ASKARA - Peluncuran buku Satu Abad Ibu Rahmi Hatta: Pribadi Unik yang Mendidik dan Meneladani karya Meutia Hatta digelar di kediaman Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, Jalan Diponegoro 57, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026). Acara ini menjadi penanda peringatan 100 tahun Rahmi Hatta, sosok yang dikenal bersahaja, berbudaya, dan kuat dalam nilai pendidikan keluarga.

Dalam suasana hangat, para tamu undangan diajak menyusuri ruang pamer sederhana yang menampilkan benda-benda peninggalan Rahmi Hatta. Meski ruang pamer hanya beberapa meter, nuansanya terasa intim, dengan foto-foto yang tertata rapi dan dokumentasi perjalanan hidup Rahmi yang penuh keteladanan.

Salah satu momen yang menyita perhatian datang dari pernyataan Gemala Hatta. Ia menyebut lagu legendaris Sepasang Mata Bola karya Ismail Marzuki terinspirasi dari sosok Rahmi Hatta. Rahmi dikenal memiliki mata bulat yang bersinar, memancarkan kecantikan sekaligus kecerdasan berpikir.

“Sepasang mata bola… terinspirasi dari Rahmi Hatta,” kata Gemala Hatta dalam acara tersebut.

Kecintaan Rahmi pada seni juga tergambar dari kisah kunjungan Rahmi dan Bung Hatta ke studio pelukis Basuki Abdullah. Kala itu, Basuki menawarkan potret Bung Hatta dan sketsa Rahmi. Namun, di tengah kekaguman terhadap karya seni, keduanya tetap berpegang pada prinsip hidup sederhana. Mereka akhirnya memilih membeli sketsa Bung Hatta dengan pertimbangan matang, sebagai wujud nilai hidup yang menempatkan makna di atas kemewahan.

Sketsa Rahmi sendiri kini tersimpan di Museum Basuki Abdullah, menjadi saksi relasi hangat antara seni, kesederhanaan, dan sejarah kebangsaan.

Selain itu, ruang pamer juga menampilkan buku berisi tulisan tangan Rahmi dalam bahasa Belanda, sertifikat kelas bahasa, serta album kegiatan perjalanan wisata bersama teman-temannya. Rahmi dikenal memiliki hobi menggunting kliping dan menyusun album foto, aktivitas yang menjadi bentuk relaksasi sekaligus memperkaya wawasan.

“Melalui kliping dan album yang ia tata dengan teliti, Rahmi bukan hanya merawat kenangan, tetapi membangun arsip kecil tentang peristiwa, tokoh, dan gagasan,” tulis Rurisa Hartomo dalam catatannya.

Putri Bung Hatta, Meutia Hatta, turut mengungkap sisi intelektual Rahmi. Ia menyebut Rahmi gemar membaca berbagai karya, mulai dari Shakespeare, Gone With The Wind, hingga buku-buku Myra Sidharta. Rahmi juga menyukai belajar bahasa asing, menonton pertunjukan seni, serta mengenakan batik dan kain tradisional sebagai cara memperkenalkan budaya Indonesia.

Peluncuran buku ini dihadiri keluarga besar serta sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, Guntur Soekarnoputra beserta Ibu Heni, Dr. Hj. Cri Puspa Dewi Motik, Prof. Dr. Miranda Swaray Goeltom, Siti Fadilah Supari, Fadel Muhammad Al-Haddar, serta tamu undangan lainnya.

Peluncuran buku Satu Abad Ibu Rahmi Hatta tidak hanya menjadi peringatan satu abad usia seorang tokoh perempuan, tetapi juga pengingat bahwa keteladanan sering lahir dari kesederhanaan, kecintaan pada ilmu, serta kesetiaan pada nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa.

 

 

Komentar