Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:52
NEWS

Basarnas Evakuasi Lima Bodypack di Hari ke-17 Operasi Longsor Pasirlangu

Basarnas Evakuasi Lima Bodypack di Hari ke-17 Operasi Longsor Pasirlangu
Basarnas evakuasi lima bodypack dari lokasi longsor Pasirlangu (Dok Basarnas)

ASKARA - Basarnas bersama unsur SAR gabungan kembali mengevakuasi lima bodypack pada hari ke-17 operasi pendampingan dalam masa transisi dan pemulihan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/2/2026).

Penemuan bodypack dilakukan bertahap di sejumlah worksite. Bodypack pertama ditemukan pada pukul 09.12 WIB di Worksite A2. Selanjutnya, penemuan kedua hingga keempat terjadi di Worksite B2 masing-masing pada pukul 12.06 WIB, 12.22 WIB, dan 12.35 WIB. Penemuan kelima sekaligus terakhir pada hari itu juga ditemukan di Worksite B2 pada pukul 14.30 WIB.

Seluruh bodypack yang berhasil dievakuasi langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk menjalani proses identifikasi sesuai prosedur forensik.

SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana menyampaikan, hingga pukul 16.00 WIB total bodypack yang telah dievakuasi dan diserahkan kepada Tim DVI mencapai 99 bodypack.

“Hari ini Basarnas bersama SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima bodypack. Dengan demikian, total bodypack yang telah kami evakuasi dan serahkan kepada Tim DVI berjumlah 99. Dari 79 bodypack yang telah diproses, sebanyak 76 korban berhasil diidentifikasi, sementara 14 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan,” ujar Ade.

Operasi pencarian kembali dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan fokus pada tiga sektor utama. Pada hari ke-17 ini, sebanyak 862 personel dikerahkan, terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta potensi SAR lainnya.

Upaya pencarian juga didukung sembilan unit excavator dan 10 ekor anjing pelacak (K-9) untuk membantu menemukan korban yang masih tercatat dalam daftar pencarian.

Selain pencarian korban, Basarnas juga menyerahkan seluruh barang milik korban yang ditemukan selama operasi kepada Pemerintah Desa Pasirlangu untuk selanjutnya disampaikan kepada keluarga atau ahli waris.

Memasuki masa transisi dan pemulihan pasca berakhirnya status tanggap darurat, Basarnas mencatat adanya penyesuaian kekuatan personel dan alat utama di lapangan. Meski demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel.

Pembagian tugas dan pola operasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan efektivitas pencarian serta tingkat kerawanan medan, agar misi kemanusiaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keamanan tim SAR.

 

 

 

Komentar