Misteri Celana Dalam Hilang, Malamnya Kembali di Gantungan Kamar Mandi
ASKARA - Saya menginap di Hotel LD Serang pada akhir pekan itu. Tidak ada yang terasa aneh pada awalnya, semua berjalan seperti biasa, seperti rutinitas setiap kali bermalam di hotel untuk urusan kegiatan.
Jumat malam, 7 Februari, saya bersiap mandi. Seperti kebiasaan, saya menggantung pakaian di gantungan kamar mandi. Kaos saya taruh di sisi kiri, celana dalam di sisi kanan. Sementara kemeja seragam saya lipat rapi di atas rak kamar.
Selesai mandi, pakaian kotor saya rapikan lagi. Semua saya lipat dan saya taruh di atas rak dekat tas ransel. Saya tidak mau kamar terlihat berantakan, apalagi kalau harus bersiap cepat besok paginya.
Sabtu berjalan normal. Usai mandi pagi, pakaian kotor saya letakkan lagi di atas rak. Tidak ada kejadian yang terasa janggal. Saya keluar kamar, mengikuti rangkaian kegiatan, lalu pulang lagi malamnya. Semua tampak seperti biasanya.
Minggu pagi saya bersiap keluar hotel untuk ikut berbagai kegiatan. Rutinitasnya sederhana, kumpulkan pakaian kotor, masukkan semua ke dalam ransel, lalu berangkat. Saya mulai melipat satu per satu. Tapi tiba-tiba saya sadar, ada yang kurang. Celana dalam yang saya pakai Jumat malam, yang warna hijau itu, tidak ada.
Saya sempat berhenti beberapa detik, mencoba mengingat. Rasanya saya tidak mungkin lupa. Saya cek rak dekat tas. Tidak ada. Saya cek kamar mandi. Tidak ada. Saya lihat samping rak, bawah rak, sudut-sudut kamar. Tidak ada. Saya bongkar isi tas, berharap mungkin sudah masuk tanpa sadar. Tapi tetap tidak ada. Saya berpikir, kemana celana dalam hijau itu?
Akhirnya saya memilih untuk tidak ambil pusing. Mungkin terbawa entah ke mana. Mungkin tertinggal di lipatan yang salah. Mungkin juga sudah masuk ke tas tanpa terlihat. Saya menenangkan diri dengan logika yang sederhana, tidak perlu ribut hanya karena sepotong pakaian. Saya keluar kamar dan melanjutkan kegiatan seperti biasa.
Namun malam harinya, ketika saya kembali ke kamar, sesuatu terjadi yang membuat saya terhenyak sampai beberapa saat. Ketika Saya masuk kamar, lalu melangkah ke kamar mandi. Dan di sana, di gantungan pakaian kamar mandi, celana dalam hijau itu ada. Bukan hanya ada. Tapi posisinya persis seperti Jumat malam, tergantung di sisi kanan, seolah tidak pernah hilang.
Saya berdiri beberapa detik, tidak langsung bergerak. Mata saya menatapnya lama. Ada rasa dingin yang aneh merayap, bukan karena takut berlebihan, tapi karena otak saya berusaha menyusun ulang kejadian.
Saya yakin Minggu pagi saya sudah memeriksa kamar mandi. Saya yakin tidak ada. Saya bahkan mengecek cantolan itu.
Tapi sekarang, celana itu tergantung di sana, seperti sengaja dipasang kembali. Saat itulah saya teringat. Jumat malam, saya sempat bermimpi antara sadar dan tidur. Dalam mimpi itu saya melihat sosok wanita berbaju putih. Tidak jelas wajahnya, tidak jelas suaranya. Hanya sosoknya saja. Tapi anehnya, saya tidak merasa panik. Saya hanya diam, seolah mimpi itu lewat begitu saja tanpa perlu ditanggapi.
Dan sekarang, celana dalam itu kembali.
Saya tidak berani menarik kesimpulan macam-macam. Saya hanya berdiri sebentar, lalu menghela napas pelan. Ada hal-hal yang kadang lebih baik tidak terlalu dipikirkan.
Tapi sejak malam itu, satu hal yang saya yakini, di beberapa tempat, ada kejadian-kejadian kecil yang terlihat sepele… namun cukup untuk membuat seseorang pulang dengan rasa yang berbeda.

Komentar