Gunung Padang dengan Metode Akal Bersujud
Oleh: Ardjakusuma
ASKARA - Gunung Padang adalah sebuah lokasi di Jawa Barat yang menyimpan informasi—sekaligus teka-teki—yang membuat para peneliti ilmiah maupun peneliti spiritual merasa “gatal” untuk terus mengkajinya.
Situs ini dikenal sebagai situs megalitikum yang diisyaratkan sebagai mahakarya masa lampau, penuh misteri dan masih menyisakan banyak pertanyaan. Para peneliti ilmiah berlomba memaparkan hasil penelitian karbon mengenai usia situs tersebut. Ada yang menyebut sekitar 2500 SM, ada yang menyebut 4000 SM, bahkan ada pula yang menyebut hingga 5900 SM.
Namun hingga kini, pertanyaan besarnya tetap sama: kapan situs itu dibangun dan oleh siapa?
Sebagian pendapat menyatakan situs tersebut dibuat oleh tangan manusia yang sangat terampil. Sementara pendapat lain—yang lebih spekulatif—menyebutnya sebagai karya alien atau makhluk asing.
Baik, mari kita bedah satu per satu.
Awal Kehidupan Manusia Menurut Sejumlah Rujukan Islam
Berdasarkan Qashash al-Anbiya’ karya Ibnu Katsir, Badai’ az-Zuhur karya Imam as-Suyuthi, serta beberapa sumber lainnya, kehidupan manusia di bumi dimulai sekitar 6000 SM, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi.
Berikut kronologi kehidupan para nabi (berdasarkan riwayat para perawi):
- Nabi Adam AS: sekitar 5872–4942 SM
- Nabi Idris AS: sekitar 4533–4188 SM
- Nabi Nuh AS: sekitar 3993–3043 SM
- Nabi Hud AS: sekitar 2450–2320 SM
Kita berhenti sejenak pada masa Nabi Hud AS, karena pada fase inilah perkembangan pengetahuan dan peradaban manusia mulai kembali terlihat setelah kehancuran besar sebelumnya.
Setelah Banjir Besar Nabi Nuh
Nabi Hud AS diangkat menjadi nabi setelah peristiwa banjir besar pada masa Nabi Nuh AS. Pada peristiwa tersebut, banyak peninggalan dan mahakarya manusia diyakini tenggelam dan hancur.
Beberapa dekade setelahnya, kaum Nabi Nuh yang selamat melalui bahtera menyebar ke berbagai penjuru bumi, berkembang biak, lalu membentuk suku-suku baru. Salah satu keturunan yang berkembang adalah kaum ‘Ad.
Nabi Hud AS kemudian diutus untuk kaum ‘Ad. Kaum ini digambarkan hidup sangat sejahtera, makmur, dan menjadi salah satu suku terbesar pada masanya.
Kaum ‘Ad juga dikenal memiliki fisik luar biasa: tubuh kuat, kekar, dan mampu bekerja keras. Selain itu, mereka dianugerahi pengetahuan dan kebudayaan tinggi.
Namun karena kesombongan dan penyembahan berhala, kaum ini kemudian dibinasakan oleh azab berupa badai dahsyat, hingga musnah.
Migrasi dan Lahirnya Kaum Tsamud
Sebagian dari kaum ‘Ad diyakini bermigrasi ke wilayah lain dan kelak dikenal sebagai kaum Tsamud. Kaum ini mewarisi pengetahuan leluhur mereka, termasuk budaya dan kemampuan arsitektur.
Mereka terkenal sebagai kaum yang pandai memahat bukit cadas menjadi karya arsitektur yang mengagumkan. Kaum Tsamud hidup pada masa Nabi Saleh AS, sekitar 2150–2080 SM.
Diperkirakan, kaum Tsamud juga menyebar ke beberapa wilayah dunia, atau setidaknya mewariskan pengetahuan dan keterampilan arsitektur kepada kaum lain. Dari sinilah muncul asumsi: pengetahuan itu mungkin saja sampai ke Nusantara, dengan rentang waktu mulai sekitar 2000 SM.
Perbandingan dengan Piramida Giza
Sebagai pembanding, Piramida Giza diperkirakan dibangun sekitar 2589–2504 SM. Masa ini berada sebelum era kaum Tsamud menurut kronologi riwayat yang digunakan di atas.
Dengan demikian, muncul hipotesis bahwa piramida Gunung Padang mungkin merupakan warisan pengetahuan arsitektur yang berkembang setelah masa kaum Tsamud, atau setidaknya terpengaruh oleh gelombang pengetahuan dari peradaban-peradaban awal tersebut.
Alih Fungsi dan Jejak Tauhid
Piramida Gunung Padang juga mungkin mengalami pengaruh perjalanan para nabi yang diutus Tuhan kepada manusia. Maka, bukan tidak mungkin situs tersebut mengalami alih fungsi sesuai ajaran tauhid yang diturunkan pada umat-umat setelahnya.
Namun, perlu dicatat: hasil perhitungan karbon para peneliti modern tampak berbeda—bahkan cukup jauh—dengan kronologi perjalanan para nabi yang diriwayatkan oleh para perawi Muslim berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.
Akal Kembali Bersujud
Di sinilah letak titik renungannya: akal kembali harus bersujud untuk menelaah, menimbang, dan memandang misteri bukan sebagai sumber kebingungan, melainkan sebagai keindahan yang menakjubkan.

Komentar