Rabu, 17 Juni 2026 | 22:08
NEWS

Temuan Seni Cadas Sulawesi Perkuat Gunung Padang, Ubah Sejarah Dunia

Temuan Seni Cadas Sulawesi Perkuat Gunung Padang, Ubah Sejarah Dunia
Temuan seni cadas berusia 67.800 tahun di Sulawesi

ASKARA - Temuan seni cadas berusia 67.800 tahun di Sulawesi kembali menguatkan posisi Nusantara dalam peta awal peradaban dunia. Penemuan ini kini semakin relevan ketika dibaca berdampingan dengan Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, yang hingga kini masih menjadi medan perdebatan ilmiah internasional.

Para peneliti menyebut seni cadas Sulawesi sebagai bukti tak terbantahkan bahwa manusia modern di Nusantara telah memiliki kemampuan simbolik, artistik, dan kosmologis yang matang sejak puluhan ribu tahun lalu. Sulawesi tidak lagi dapat diposisikan sebagai wilayah pinggiran sejarah, melainkan pusat penting perkembangan budaya awal manusia.

Konteks ini menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan Gunung Padang. Di situs tersebut, selain struktur berlapis yang diperdebatkan sebagai hasil rekayasa manusia purba, ditemukan pula gambar yang ditafsirkan menyerupai rasi bintang pada salah satu batu. Temuan ini memunculkan pertanyaan mendasar: jika bukan hasil karya manusia, lalu bagaimana mungkin pola kosmik tersebut dapat tergambar dengan presisi simbolik?

Keberadaan representasi rasi bintang mengisyaratkan adanya pengetahuan astronomi dan kesadaran kosmologis, sesuatu yang selama ini dianggap hanya dimiliki oleh peradaban “maju” ribuan tahun kemudian. Hal ini selaras dengan temuan seni cadas Sulawesi yang menampilkan simbol-simbol kompleks, termasuk cap tangan dengan jari menyempit menyerupai cakar serta figur makhluk setengah manusia dan setengah hewan.

Prof. Adam Brumm dari Australian Research Centre for Human Evolution (ARCHE), Griffith University, menilai ekspresi simbolik semacam ini menunjukkan hubungan metafisik antara manusia, hewan, dan alam semesta. Pola pikir tersebut mengindikasikan lahirnya imajinasi kosmologis yang telah berkembang sangat awal di wilayah Nusantara.

Dari sisi sains, penerapan teknologi penanggalan uranium series berbasis laser ablation (LA-U-series) pada seni cadas Sulawesi menjadi tonggak penting arkeologi modern Indonesia. Pendekatan berbasis sains material ini dinilai relevan untuk diterapkan lebih luas, termasuk dalam menguji secara objektif lapisan-lapisan di Gunung Padang.

Para peneliti menekankan, seni cadas Sulawesi dan Gunung Padang seharusnya tidak dipertentangkan secara ideologis. Keduanya justru dapat dibaca sebagai kepingan puzzle yang saling melengkapi dalam upaya menyusun ulang sejarah panjang peradaban manusia di Nusantara.

Dengan semakin kuatnya bukti ekspresi simbolik purba dan indikasi pengetahuan kosmologis di berbagai wilayah Indonesia, posisi Nusantara dalam kajian asal-usul peradaban dunia kian sulit diabaikan. Tantangan ke depan bukan hanya soal pembuktian ilmiah, tetapi juga keberanian untuk membuka ruang riset, dialog, dan perlindungan serius terhadap warisan budaya yang tak tergantikan.

 

Komentar