Rabu, 17 Juni 2026 | 17:19
NEWS

HUT ke-76 OCI, Kardinal Suharyo Tekankan Kesetiaan dan Pengorbanan

HUT ke-76 OCI, Kardinal Suharyo Tekankan Kesetiaan dan Pengorbanan
Para Pati Umat Katolik di Keuskupan TNI-Polri setelah mengikuti Perayaan Misa Ekaristi di Kapel Fransiskus KWI foto bersama (Dok Samuel OCI)

ASKARA - Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menegaskan, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dipanggil untuk membagikan hidupnya bagi Tuhan dan tanah air melalui profesi yang mereka jalani, meski menuntut banyak pengorbanan.

Hal tersebut disampaikan Kardinal Suharyo dalam homilinya pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 Ordinariat Castrensis Indonesia (OCI) di Kapel Fransiskus Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta, Kamis (29/1).

Kardinal Suharyo menyampaikan apresiasi kepada para prajurit TNI, anggota Polri, serta keluarga mereka yang ikut menanggung konsekuensi pengabdian. Menurutnya, kehadiran umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri merupakan bentuk nyata kehadiran Gereja di tengah institusi negara.

"Pengabdian ini menuntut banyak pengorbanan. Pengorbanan itu kita persembahkan kepada Tuhan dan kita satukan dengan pengorbanan Kristus yang setia melaksanakan perutusan-Nya sampai akhir," ujar Kardinal Suharyo.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga anggota TNI dan Polri yang kerap harus merelakan orang terkasih bertugas ke berbagai daerah dalam situasi yang tidak selalu mudah. Pengorbanan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menyuburkan kehidupan Gereja dan pengabdian kepada bangsa.

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengajak umat tidak hanya mencari motivasi atau kekuatan moral, melainkan inspirasi yang bersumber dari Kitab Suci. Ia menyinggung perjalanan panjang sejarah Israel, dari panggilan Allah kepada bangsa pilihan hingga kehancuran kerajaan akibat ketidaksetiaan terhadap panggilan untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain.

Ia menjelaskan, kehancuran Kerajaan Israel dan Yehuda bukan karena janji Tuhan gagal, melainkan karena umat dan para pemimpinnya lebih memilih menyerupai bangsa-bangsa lain daripada setia pada panggilan ilahi. Namun, dalam sejarah itu selalu ada "sisa Israel", kelompok kecil yang tetap setia dan menjaga harapan.

Mengutip pandangan seorang sejarawan Inggris, Kardinal Suharyo menyebut kelompok tersebut sebagai minoritas kreatif, sekelompok kecil orang yang tidak kehilangan idealisme, tetap merawat nilai-nilai kemanusiaan, kebenaran, dan kehidupan di tengah situasi apa pun.

"Bukan arus besar zaman yang menyelamatkan peradaban manusia, melainkan minoritas kreatif, pribadi-pribadi yang setia pada nilai, memiliki harapan, dan memperjuangkan kemanusiaan," katanya.

Kardinal Suharyo menilai umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri merupakan bagian dari komunitas minoritas kreatif tersebut. Meski jumlahnya tidak besar, peran mereka dinilai menentukan dalam menjaga idealisme, integritas, dan pengabdian bagi bangsa.

Ia menutup homilinya dengan menegaskan keyakinan iman bahwa Allah yang telah memulai karya baik akan menyelesaikannya. Karena itu, umat diajak untuk terus membagikan hidup bagi Tuhan dan tanah air dengan harapan dan kesetiaan.

 

 

Komentar