Kamis, 18 Juni 2026 | 00:55
NEWS

Puasa Katolik dan Muslim Beriringan, Februari Jadi Momentum Persaudaraan Iman

Puasa Katolik dan Muslim Beriringan, Februari Jadi Momentum Persaudaraan Iman
Imlek, puasa Katolik, puasa Muslim beriringan di Februari 2026 (Dok Gemini)

ASKARA - Bulan Februari 2026 mencatat peristiwa langka dan sarat makna bagi kehidupan beragama di Indonesia. Puasa umat Katolik dan umat Muslim berlangsung beriringan, berdekatan dalam satu rangkaian waktu, menghadirkan momentum persaudaraan lintas iman yang kuat.

Umat Katolik memulai masa puasa dan pantang melalui perayaan Rabu Abu pada Rabu, 18 Februari 2026. Masa Prapaskah yang berlangsung selama 40 hari ini menjadi waktu pertobatan, pengendalian diri, serta pendalaman iman menjelang Hari Raya Paskah.

Sementara itu, umat Muslim mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026. Puasa Ramadan menjadi bulan suci yang diisi dengan peningkatan ibadah, penguatan akhlak, serta kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah.

Beriringannya masa puasa dua umat besar ini dinilai sebagai simbol kuat nilai-nilai universal yang sama, seperti pengendalian diri, kejujuran, kesederhanaan, dan solidaritas terhadap sesama. Para tokoh agama menyebut momentum ini sebagai pengingat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kesamaan nilai kemanusiaan.

Selain itu, rangkaian hari besar tersebut diawali dengan perayaan Tahun Baru Imlek pada Selasa, 17 Februari 2026, yang membawa pesan harapan, pembaruan, dan kebajikan. Dengan demikian, tiga hari berturut-turut menjadi ruang perjumpaan nilai spiritual lintas tradisi keagamaan di Indonesia.

Pemerintah dan tokoh lintas agama mengajak masyarakat memaknai kebersamaan ini dengan menjaga toleransi, saling menghormati ibadah masing-masing, serta memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Februari 2026 pun dikenang sebagai bulan di mana doa, puasa, dan harapan dari berbagai iman berjalan seiring, menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang berakar pada nilai spiritual dan persaudaraan.

 

Komentar