Kamis, 18 Juni 2026 | 00:52
OPINI

Jejak Panjang Haji Heru Pujihartono di PWI Jaya dan Sepak Bola

Jejak Panjang Haji Heru Pujihartono di PWI Jaya dan Sepak Bola
Heru Pujihartono (Dok Tebe)

Oleh: Tebe Adhi
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWI Jaya

ASKARA - Tanggal 24 Januari menjadi hari istimewa bagi H. Heru Pujihartono. Sekretaris Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya itu genap berusia 55 tahun. Ucapan selamat dan doa mengalir untuk sosok yang dikenal rendah hati, konsisten, dan penuh dedikasi, baik di dunia olahraga maupun usaha.

Saya mengenal Heru Pujihartono sejak awal 2007, di Lapangan C Senayan, Jakarta. Saat itu, ia kerap hadir di tengah persiapan tim sepak bola SIWO Jaya yang akan berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Samarinda, Kalimantan Timur. Almarhum Ricky Yacobi yang memperkenalkannya kepada saya. "Adhi, ini Mas Heru, bisa membantu tim SIWO," ujar Ricky kala itu.

Heru bukan orang baru di dunia sepak bola. Meski mengawali karier di dunia modeling dan bela diri, kecintaannya pada sepak bola bertahan hingga kini. Penyandang sabuk hitam Dan 1 karate Shinkyokushinkai, anggota World Karate Organization (WKO), ini mendirikan klub sepak bola Markuban Matador atau Matador FC, yang membuatnya dikenal dengan julukan Heru Matador. Pada periode 2012-2015, ia juga aktif membina tim sepak bola wanita.

Catatan perjalanan sepak bolanya berlanjut ketika Heru Pujihartono menjadi salah satu pendukung Kesit Budi Handoyo saat memimpin Solo FC di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) pada Januari-Mei 2011. Klub tersebut kemudian dikenal luas dengan nama Persis Solo.

Dalam organisasi PWI Jaya, Heru Pujihartono dua kali dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Dewan Penasihat, yakni pada periode 2019-2024 dan kembali pada periode 2024-2029. Persahabatan dan kebersamaan yang terjalin dengannya terasa tak lekang oleh perubahan zaman.

Di luar aktivitas organisasi, Heru tetap menjaga kebugaran tubuh. Ia rutin berolahraga dan hampir setiap hari meluangkan waktu untuk fitness. Di bidang sepak bola, ia masih membina klub Nendia FC, sekaligus terus mengikuti perkembangan olahraga yang dicintainya sejak lama.

Heru Pujihartono menikah dengan Resti Nendia pada 18 Maret 2000 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Keduanya pertama kali bertemu di Museum Perangko Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 16 Oktober 1996. Dari pernikahan yang telah berjalan 26 tahun itu, mereka dikaruniai tiga orang anak: Ken Rio Rayhan Afvan Herez (24), Ken Chelsea Zaza Concheta (19), dan Ken Moza Myherza Concheta (15).

Putra sulungnya, Ken Rio, kini tinggal di Inggris bersama sang istri yang merupakan warga Coventry. Heru dan Resti tengah menanti kehadiran cucu pertama mereka. Lulusan International Business Management Coventry University itu berkiprah di klub sepak bola Coventry FC, mulai dari steward hingga staff supervisor, serta bekerja sebagai creative marketing di Tonsser, aplikasi grassroots sepak bola. Ken Rio juga mengantongi 13 lisensi kepelatihan sepak bola, sembilan di antaranya dikeluarkan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Di usia ke-55 ini, Heru Pujihartono patut berbangga. Perusahaan katering yang ia kembangkan, Nendia Primarasa, kini menjadi salah satu katering resmi Istana Negara. Dengan pengalaman lebih dari 21 tahun sejak berdiri pada 20 November 2004, Nendia Primarasa tumbuh menjadi perusahaan katering terkemuka dengan standar kualitas, cita rasa, dan pelayanan prima. Bahkan jauh sebelumnya, Nendia Primarasa telah dipercaya menjadi katering resmi PSSI dalam berbagai pertandingan regional dan internasional tim nasional.

"Mami sebenarnya sudah mencoba menekuni katering sejak 1998, namun baru benar-benar diseriusi beberapa tahun setelah pernikahan kami," kenang Heru.

Perjalanan panjang dan sarat makna itu mengantarkan Nendia Primarasa pada reputasi yang membanggakan. Dari dapur keluarga hingga Istana Negara, Heru Pujihartono menorehkan kisah tentang ketekunan, kesetiaan pada proses, dan kerja keras yang konsisten.

Selamat ulang tahun ke-55, Haji Heru Pujihartono. Semoga senantiasa sehat, sejahtera, dan sukses. Selamat pula untuk Nendia Primarasa yang terus melangkah kian berjaya.

 

 

Komentar