Kamis, 04 Juni 2026 | 10:45
NEWS

Air Mata Haru Iringi Penemuan Seluruh Korban Pesawat ATR di Bulusaraung

Air Mata Haru Iringi Penemuan Seluruh Korban Pesawat ATR di Bulusaraung
SAR gabungan tengah mekakukan upaya evakuasi korban pesawat ATR 42-500 PK-THT (Dok Basarnas)

ASKARA - Setelah tujuh hari penuh harap, doa, dan perjuangan di medan yang nyaris tak bersahabat, tim SAR gabungan akhirnya menemukan seluruh korban pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan korban ke-10 menandai berakhirnya operasi pencarian yang menyita emosi dan tenaga banyak pihak.

Suasana haru tak terelakkan saat Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, menyampaikan perkembangan tersebut kepada awak media. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca. Perasaan lega bercampur duka tergambar jelas setelah hari-hari panjang menyusuri lereng terjal, jurang curam, dan cuaca yang kerap berubah tanpa ampun.

“Ini bukan sekadar operasi. Ini tentang kemanusiaan,” ujar Andi Sultan lirih, Jumat (23/1).

Dari sepuluh korban yang ditemukan, sebagian berada dalam kondisi tidak utuh atau berupa potongan tubuh (body part). Hingga kini, beberapa korban masih dalam proses evakuasi dari lokasi yang sangat sulit dijangkau. Setiap langkah evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, demi menjaga keselamatan personel dan menghormati para korban.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat setempat. Di tengah keterbatasan dan risiko tinggi, para personel terus bekerja tanpa mengenal lelah, membawa satu harapan: mengembalikan para korban kepada keluarganya.

Seluruh temuan korban selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses identifikasi sesuai prosedur. Basarnas menegaskan komitmennya untuk menyampaikan setiap perkembangan secara resmi dan terverifikasi.

Di balik keberhasilan operasi ini, tersisa duka mendalam bagi keluarga korban. Namun, kerja keras tim SAR menjadi pengingat bahwa di tengah tragedi, nilai kemanusiaan dan solidaritas tetap menyala.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi serta memberikan ruang bagi keluarga korban untuk berduka dengan tenang.

 

Komentar