Menembus Medan Ekstrem Atu Payung, Misi Kemanusiaan Koperasi Ketiara Hadirkan Harapan
ASKARA - Di balik perbukitan terjal dan jalur darat yang nyaris tak tersentuh kendaraan, Kampung Atu Payung, Serule, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, selama hampir dua bulan terisolasi akibat banjir dan longsor. Kamis (22/1/2026), secercah harapan akhirnya menembus keterbatasan itu.
Ketua Koperasi Ketiara, Rahmah, memimpin langsung misi kemanusiaan kolaboratif bersama TNI dan Baret ICMI Aceh Tengah. Misi ini menjadi tonggak penting, karena untuk pertama kalinya tim gabungan berhasil menembus Atu Payung menggunakan kendaraan roda empat, melewati jalur darat yang dikenal sangat ekstrem dan berisiko tinggi.
Dengan dukungan Satuan Batalyon TNI Pame, perjalanan penuh tantangan itu akhirnya terbayar. Bantuan sembako dan kebutuhan dasar hasil swadaya anggota Koperasi Ketiara tiba dan diserahkan langsung kepada warga, disaksikan Reje Kampung Atu Payung.
“Perjalanan ke sini tidak mudah, tapi kami percaya setiap langkah adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Bantuan ini mungkin sederhana, namun kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kami di Atu Payung,” ujar Rahmah dengan mata berkaca-kaca.
Bagi warga, kedatangan tim bukan hanya membawa logistik, tetapi juga kelegaan batin. Isolasi panjang membuat masyarakat merasa terpinggirkan, hingga kehadiran rombongan ini menjadi simbol bahwa mereka tidak dilupakan.
Selain bantuan pangan, tim Baret ICMI Aceh Tengah membuka layanan kesehatan. Koordinator tim medis, Dr. Fitri Fatimah, menyebut antusiasme warga sangat tinggi, mengingat akses layanan medis nyaris terhenti selama masa bencana.
Suasana haru semakin terasa ketika anak-anak Kampung Atu Payung menampilkan atraksi budaya didong. Di tengah keterbatasan, mereka menyuguhkan warisan budaya dengan penuh semangat. Tersentuh oleh penampilan itu, Rahmah spontan memberikan uang jajan kepada anak-anak sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat.
Warga menyambut misi kemanusiaan ini dengan hangat dan penuh rasa syukur. Solidaritas yang terbangun menjadi modal penting dalam proses pemulihan, terlebih Serule merupakan wilayah cagar budaya yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, baik dari sisi kemanusiaan maupun pelestarian nilai lokal.
Misi kemanusiaan ini berlangsung bertepatan dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana Aceh Tengah, yang kini diperpanjang hingga 29 Januari 2026. Di Atu Payung, keberhasilan menembus medan ekstrem dengan kendaraan roda empat bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan pesan kuat bahwa kepedulian mampu menembus segala batas.

Komentar