Isyarat Perang Dunia III Menguat, Ramalan Lord Rangga dan Misteri Gunung Padang
ASKARA - Dunia seolah berjalan menuju titik gelap. Ketegangan geopolitik global, konflik bersenjata lintas kawasan, ancaman nuklir, dan kegagalan diplomasi internasional membuat kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III semakin nyata. Di tengah situasi mencekam ini, pernyataan lama Lord Rangga Sasana kembali beredar luas di media sosial, seolah menjadi gema dari kecemasan kolektif umat manusia.
Beberapa tahun lalu, Alm. Lord Rangga, tokoh kontroversial yang dikenal melalui Sunda Empire, pernah melontarkan peringatan keras tentang kehancuran global jika dunia tidak segera "ditata ulang."
"Kalau tidak ada penataannya, siapa yang menata? Siapa yang mau peduli itu nuklir diledakkan!? Sementara mereka, istri dan anak-anaknya diselamatkan," ujar Lord Rangga dalam video yang kembali viral.
Pernyataan tersebut kini terasa menyeramkan, seiring meningkatnya ancaman penggunaan senjata pemusnah massal dan perang terbuka antarnegara. Lord Rangga menyebut dunia tengah memasuki fase "dunia ketiga," sebuah gambaran tentang keruntuhan peradaban akibat keserakahan, perang, dan ketimpangan global.
Yang membuat narasi ini semakin kontroversial, Lord Rangga mengaitkan masa depan dunia dengan masa lalu Nusantara. Ia menyebut Gunung Padang sebagai pusat peradaban purba yang, menurut klaimnya, menyimpan rahasia besar tentang tatanan dunia dan keseimbangan alam semesta.
Gunung Padang, situs megalitik di Cianjur, Jawa Barat, dalam narasi Lord Rangga bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan simbol peradaban lama yang disebutnya pernah berperan dalam mengatur dunia. Ia bahkan mengklaim bahwa Sunda Empire memiliki kemampuan untuk menghentikan perang nuklir dan menyelamatkan bumi dari kehancuran total.
Klaim tersebut tentu menuai penolakan keras dari kalangan ilmuwan dan pemerintah. Namun, di tengah rasa takut global, narasi-narasi semacam ini kembali menemukan momentumnya. Banyak warganet menilai pernyataan Lord Rangga, meski kontroversial, mencerminkan kegelisahan manusia modern yang merasa dunia semakin kehilangan arah.
Para pakar hubungan internasional menegaskan, hingga kini belum ada tanda pasti terjadinya Perang Dunia III, meski risiko konflik besar memang meningkat. Diplomasi, kerja sama global, dan penegakan hukum internasional masih menjadi benteng terakhir peradaban.
Namun satu hal tak terbantahkan: dunia sedang berada di persimpangan berbahaya. Dan di tengah ancaman perang, krisis kemanusiaan, serta ketakutan akan senjata nuklir, bayang-bayang kehancuran global membuat manusia kembali menoleh ke masa lalu, bahkan pada misteri Gunung Padang, untuk mencari makna, harapan, atau sekadar pegangan di tengah ketidakpastian zaman.

Komentar