Kamis, 18 Juni 2026 | 02:20
NEWS

Sundaland Bukan Mitos: Lord Rangga Klaim Gunung Padang Pusat Dunia

Sundaland Bukan Mitos: Lord Rangga Klaim Gunung Padang Pusat Dunia
Lord Rangga dan Gunung Padang (Dok Askara)

ASKARA - Almarhum Lord Rangga Sasana kembali menjadi sorotan publik seiring menguatnya diskursus tentang Gunung Padang dan teori peradaban kuno Nusantara. Dalam sejumlah pernyataannya semasa hidup, Lord Rangga secara konsisten menyebut kawasan Sundaland, yang meliputi sebagian besar Asia Tenggara, sebagai pusat peradaban tertua dunia yang ia kaitkan dengan Atlantis.

Lord Rangga meyakini Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bukan sekadar situs megalitikum biasa. Menurutnya, Gunung Padang adalah bagian dari struktur peradaban besar yang telah ada jauh sebelum peradaban Mesir dan Mesopotamia.

“Gunung Padang bukan bukit biasa, ini adalah bangunan peradaban besar yang terkubur oleh waktu dan bencana besar,” ujar Lord Rangga dalam beberapa kesempatan wawancara dan diskusi publik.

Ia menyebut Sundaland sebagai daratan purba yang tenggelam akibat bencana global ribuan tahun silam, selaras dengan narasi Atlantis yang ditulis filsuf Yunani Plato. Dalam pandangannya, Nusantara merupakan episentrum peradaban dunia yang kemudian hilang dari catatan sejarah arus utama.

Lord Rangga juga menilai bahwa ilmu pengetahuan modern belum sepenuhnya terbuka terhadap temuan-temuan alternatif yang menantang kronologi sejarah resmi. Ia mendorong penggalian ulang sejarah Nusantara dengan pendekatan multidisipliner, termasuk arkeologi, geologi, dan kosmologi.

Pandangan tersebut menuai pro dan kontra. Sejumlah arkeolog menilai klaim keterkaitan langsung Gunung Padang dengan Atlantis masih memerlukan pembuktian ilmiah yang kuat. Namun di sisi lain, teori Lord Rangga dianggap telah memantik minat publik terhadap sejarah kuno Indonesia dan pentingnya riset lanjutan terhadap situs-situs purba.

Gunung Padang sendiri hingga kini masih menjadi objek penelitian, dengan temuan lapisan struktur yang memunculkan dugaan adanya aktivitas manusia pada masa yang sangat tua. Perdebatan ilmiah pun terus berlangsung antara pendekatan akademik dan pandangan alternatif.

Terlepas dari kontroversinya, pemikiran Lord Rangga tentang Sundaland, Atlantis, dan Gunung Padang telah meninggalkan jejak dalam diskursus kebudayaan dan sejarah Nusantara, sekaligus membuka ruang dialog tentang kemungkinan lain asal-usul peradaban manusia.

 

Komentar