Imbas Cuaca Buruk, Pelayanan Kapal Cepat Lombok-Bali Dihentikan Sementara
ASKARA - Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Selat Lombok (15/1) berimbas pada penghentian sementara layanan kapal cepat penyeberangan antara Pulau Lombok , Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Bali.
Pelayanan kapal cepat Lombok-Bali dioperasikan melalui Pelabuhan Penyeberangan Gili Trawangan, Pelabuhan Bangsal, dan Pelabuhan Senggigi di Kabupaten Lombok Utara, menghubungkan dengan Pelabuhan Nusa Penida, Pelabuhan Sanur dan Pelabuhan Padangbai yang terletak di Provinsi Bali
Informasi yang diterima Askara pada Kamis siang, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, telah menerbitkan surat edaran berisi penundaan keberangkatan kapal cepat dari Pelabuhan Bangsal dan Gili Trawangan, menuju Padangbai maupun Sanur.
Imbauan dikeluarkan setelah Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid melaporkan prakiraan cuaca buruk, dan adanya hasil pantauan visual nakhoda kapal yang melintas di sebelah barat perairan Lombok.
Pantauan visual Askara pukul 16.00 WITA (15/1), langit di atas Selat Lombok yang tampak dari pesisir barat Pulau Gili Trawangan didominasi awan tebal dan angin kencang.
Yudi (45) salah seorang staf perusahaan kapal cepat Eka Jaya kepada Askara mengatakan hingga sore ini armada kapal cepat masih belum beroperasi akibat cuaca yang belum membaik.
Bahkan sebagian kecil wisatawan asing lebih memilih menggunakan moda transportasi jenis lain seperti helikopter untuk mengejar waktu perjalanan menuju ke Bali.
Saat berbincang di area heliport Balicopter, Gili Trawangan, ia menyarankan agar calon penumpang kapal cepat bisa memanfaatkan waktu keberangkatan esok pagi (16/1), guna mengantisipasi perubahan cuaca di sekitaran Selat Lombok.
"Untuk besok saya sarankan pemberangkatan pagi bagi yang mau menuju ke Bali, karena kita masih belum tahu bagaimana perkembangan cuaca di siang hingga sore harinya," tutup Yudi.

Komentar