Kamis, 18 Juni 2026 | 02:21
NEWS

Korpolairud Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat Pulihkan Akses Desa

Korpolairud Bersama Warga Bangun Jembatan Darurat Pulihkan Akses Desa
Korpolairud bersama warga dirikan jembatan darurat di Korong Maranci (Dok Askara)

ASKARA - Akses penghubung antar desa di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, kembali dapat dilalui setelah Tim SAR Korpolairud bersama masyarakat setempat membangun jembatan sementara secara gotong royong, Sabtu (3/1/2026).

Jembatan darurat tersebut dibangun sebagai solusi cepat menyusul terputusnya jalur penghubung yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga. Pembangunan melibatkan 25 personel SAR Korpolairud yang diperkuat lima personel Unit K9, di bawah pimpinan AKBP Ferry Setiawan, dengan dukungan penuh masyarakat Korong Maranci.

Mengandalkan semangat kebersamaan, jembatan sementara ini dibangun menggunakan bahan swadaya warga, seperti kayu kelapa dan papan bekas yang tersedia di sekitar lokasi. Meski sederhana, konstruksi jembatan dirancang cukup aman untuk kebutuhan darurat.

Untuk menjaga keselamatan, jembatan tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua dan roda tiga, mengingat keterbatasan daya dukung konstruksi sementara.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat secara langsung. Menurutnya, kehadiran Polri di lapangan tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan.

“Gotong royong ini mencerminkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Sinergi antara Korpolairud dan warga menjadi kunci pemulihan akses dan aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi.

Pekerjaan pembangunan dimulai sejak pukul 11.15 WIB dan rampung pada pukul 22.35 WIB di hari yang sama. Meski berlangsung cukup lama, proses berjalan lancar berkat kerja sama yang solid antara personel SAR Korpolairud dan warga. Jembatan sementara ini diharapkan mampu membantu kelancaran aktivitas harian masyarakat hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.

 

Komentar