Rabu, 17 Juni 2026 | 22:34
NEWS

Saat Bencana Datang, Media Abai Akurasi, PWI Depok Bereaksi

Saat Bencana Datang, Media Abai Akurasi, PWI Depok Bereaksi
Diskusi ini mengusung tema besar “Profesionalisme Media dalam Pemberitaan Bencana”, dengan subtema “Bangun Empati, Jaga Akurasi, dan Lawan Hoaks” (Dok PWI Depok)

ASKARA - Keprihatinan atas maraknya pemberitaan keliru dan hoaks seputar bencana alam di sejumlah daerah mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar diskusi nasional bertema profesionalisme pemberitaan bencana. Kegiatan ini menjadi agenda pembuka PWI Depok bersama Forum Indonesia Emas di awal tahun 2026.

Diskusi nasional tersebut digagas menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang diiringi derasnya informasi tidak akurat di media sosial. Selain itu, berbagai wilayah di Indonesia juga diprediksi masih berpotensi menghadapi bencana alam sepanjang tahun ini.

Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, mengatakan bahwa peran pers sangat menentukan dalam situasi kebencanaan, baik dalam membangun ketenangan publik maupun mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas.

“Diskusi nasional ini adalah wujud kepedulian PWI Depok terhadap dampak serius yang bisa timbul jika penanganan bencana tidak dibarengi pemberitaan yang bertanggung jawab. Hoaks dan informasi menyesatkan justru dapat memperburuk kondisi masyarakat terdampak,” ujar Rusdy, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, pemberitaan yang tidak akurat berpotensi memicu kepanikan, memperlemah solidaritas, bahkan menghambat distribusi bantuan. Padahal, media seharusnya hadir sebagai kekuatan yang menumbuhkan empati dan mendorong gotong royong lintas elemen bangsa.

Diskusi ini mengusung tema besar “Profesionalisme Media dalam Pemberitaan Bencana”, dengan subtema “Bangun Empati, Jaga Akurasi, dan Lawan Hoaks”. Agenda akan digelar di Sekretariat PWI Kota Depok, Jalan Merpati Raya, Pancoran Mas, pada Selasa, 6 Januari 2026, dan terbuka bagi anggota PWI serta wartawan dari organisasi profesi konstituen Dewan Pers lainnya.

Rusdy yang juga Pemimpin Redaksi Ruzka Indonesia menyebutkan, diskusi akan menghadirkan narasumber dengan latar belakang beragam agar pembahasan berlangsung komprehensif dan aplikatif.

Ridwan Ewako, Koordinator Bidang Organisasi PWI Kota Depok sekaligus pegiat antihoaks, akan membahas tantangan peliputan bencana dan dampak hoaks terhadap persatuan nasional. Sementara itu, Dr. Ressi Dwiana, M.A., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia dan peneliti komunikasi bencana, akan mengulas pentingnya edukasi publik agar masyarakat menjadi netizen cerdas, bukan korban media sosial.

Dari unsur pemerintah, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., dijadwalkan memaparkan materi tentang profesionalitas mitigasi, termasuk strategi antisipasi dan penanganan pascabencana.

“Harapannya, diskusi ini tidak berhenti sebagai forum wacana, tetapi melahirkan sumbangsih nyata insan pers dalam menghadapi persoalan kebencanaan dan menjaga kualitas informasi bagi masyarakat,” pungkas Rusdy.

 

Komentar