Dekranasda Merauke Beri Pelatihan Soft Skill Mahkota Papua bagi Warga Binaan Lapas
ASKARA - Penghujung tahun 2025 menjadi momentum penuh makna bagi warga binaan wanita dan anak di Lapas Kelas II B Merauke. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Merauke memberikan perhatian khusus melalui kegiatan Pelatihan Soft Skill Membuat Mahkota Khas Papua, yang digelar di Aula Lapas Kelas II B Merauke, Selasa (31/12/2025).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas II B Merauke, Dewanto A.Md.IP, dan disaksikan Bupati Merauke Yoseph Bladip Gebze, SH, LLM selaku Pembina Dekranasda, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Merauke, Nofa Gebze, S.Pt.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Nofa Gebze menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud kepedulian kepada warga binaan agar masa pembinaan dapat dimanfaatkan secara produktif.
"Kami ingin warga binaan bisa belajar, mengasah keterampilan, dan menjadikannya peluang usaha setelah menjalani pembinaan di sini," ujar Nofa.
Sementara itu, Kalapas Dewanto menyampaikan rasa syukur atas kunjungan dan dukungan pemerintah daerah serta Dekranasda. Ia mengungkapkan kondisi Lapas Kelas II B Merauke yang saat ini menampung 533 warga binaan dan telah mengalami over kapasitas.
"Meski demikian, kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik. Mereka adalah bagian dari masyarakat Merauke yang harus dipersiapkan agar memiliki masa depan lebih baik dan tidak mengulangi tindak pidana," jelas Dewanto dengan nada haru.
Ia menambahkan, Lapas Merauke saat ini menjalankan program akselerasi kemandirian warga binaan melalui UMKM dan ketahanan pangan, yang sejalan dengan misi Dekranasda. Program pembinaan dilakukan dengan menggandeng dinas terkait serta melibatkan masyarakat.
Bupati Merauke, Yoseph Bladip Gebze, menilai Dekranasda dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas warga binaan.
"Melalui pelatihan seperti ini, pengetahuan dan keterampilan warga binaan meningkat. Produk kriya yang bermutu memiliki peluang pasar yang menjanjikan, tinggal bagaimana pengelolaan distribusi dan pemasarannya," tegas Bupati.
Ia berharap Dekranasda dapat memfasilitasi ruang pamer dan penjualan produk warga binaan, sehingga kelak mereka mampu mandiri dan saling mendukung secara berkelanjutan.
Pelatihan ini diikuti oleh 10 warga binaan wanita dengan antusiasme tinggi. Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas PTSP Kabupaten Merauke. Pelatihan dipandu langsung oleh mentor dari pengurus Dekranasda Merauke.
Salah satu peserta, Riris (51), mengaku terharu dan bersyukur atas pelatihan tersebut.
"Kami merasa dihargai dan didukung untuk membangun kehidupan yang lebih baik ke depan," ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis keterampilan dan kolaborasi lintas sektor mampu menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.

Komentar