Rabu, 22 Juli 2026 | 20:06
OPINI

Melewati Tahun yang Berat, Menyongsong Asa Baru

Melewati Tahun yang Berat, Menyongsong Asa Baru
Doa lintas Agama dihadiri Panglima TNI (Dok Rm Yos)

ASKARA - Harian Kompas menuturkan 44% proporsi distribusi sentimen berita utama tahun 2025 bermuatan negatif dan hanya 23% positif, sisanya netral. Dari proporsi negatif itu berita krimilitas tertinggi, diikuti bencana alam, isu lingkungan hidup, hukum, dan ekonomi yang menduduki rating proporsi negatif di atas 50%. Sedangkan proporsi berita positif di atas 50% hanya tercermin dari berita olah raga, seni dan budaya.

Di tahun penuh guncangan, masyarakat tetap bertahan, gaya hidup menjanjikan harapan dan optimisme. 

Besok, Kamis, waktu berputar memasuki tahun baru. Bangsa Indonesia melangkah dengan beban yang tak ringan, namun masih bersyukur stabilitas makro ekonomi relatif terjaga dan masih menunjukkan daya tahannya, meskipun komunikasi politik, transparansi institusi negara belumlah 'smooth' yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi tidak beranjak pada angka 5%, jauh di bawah ekspektasi awal tahun 8%: konsumsi rumah tangga melemah, investasi belum melesat, manufaktur terbenam dari tetangga VIetnam dan Thailand. Apalagi dengan Cina, Jepang, Korsel dan Taiwan.

Cuaca pun belum sangat mendukung ditingkahi kerusakan alam akibat penebangan liar dan penurunan tanah pesisir utara jawa yang mengakibatkan rob, Resiko banjir, tangah longsor cuaca ekstrem masih menjadi PR untuk berbenah.

Lebih miris dari keadaan di atas itu adalah dekadensi tata nilai, defisit nurani, krisis nalar dan moral ditingkahi paradoks pencitraan, pamer kepalsuan. Eksistensi diri dinyatakan dalam kebohongan dan kezaliman dianggap sebagai kelaziman.

Berharap dalam resolusi 2026 adalah perjuangan dan gerakan untuk mengutamakan keadaban publik dengan pengaturan tata kelola dan kesediaan untuk belajar dan berbenah meminimalkan resiko dan mengolah potensi modal sosial dalam afinitat solidaritas.

Indonesia adalah warga bangsa yang tak sekedar memiliki modal besar daya tahan (reseliance), tetapi juga modal ikatan sosial: peduli, berbagi, ramah dan murah hati.

Asa bahwa bangsa Indonesia dapat bertumbuh sebagai rumah bersama bagi ragam etnis, budaya dan agama yang menyatu menuju tahun rahmat baru.  

SELAMAT MENYONGSONG TAHUN BARU 2026

Salam sehat, berlimpah berkat.
+ Rm Yos Bintoro, Pr

 

Komentar