Kamis, 04 Juni 2026 | 08:28
NEWS

Prof. Rokhmin Dahuri Tinjau Banjir Cirebon: Dorong Normalisasi Sungai dan Pemetaan Akar Masalah Lingkungan

Prof. Rokhmin Dahuri Tinjau Banjir Cirebon: Dorong Normalisasi Sungai dan Pemetaan Akar Masalah Lingkungan
Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri saat memberikan keterangan pers (dok.askara)

ASKARA — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS, meninjau langsung lokasi banjir yang melanda Kabupaten Cirebon, Rabu (24/22). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga, khususnya di Kecamatan Sumber, Wanakaya, dan wilayah sekitarnya.  

Banjir terjadi akibat hujan deras yang memicu luapan Sungai Cipager. Sejumlah titik permukiman dan area usaha terendam, termasuk gudang Surya Toserba yang mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, laporan Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama BPBD menyebutkan bahwa penanganan di lapangan masih dalam kondisi terkendali.  

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin menegaskan pentingnya langkah cepat berupa penataan sempadan sungai, normalisasi alur, serta pengerukan sedimen untuk mempercepat surutnya genangan. Ia menyoroti bahwa faktor-faktor seperti peningkatan debit air, tumpukan sampah, sedimentasi, serta konstruksi sungai dan jembatan yang belum optimal turut memperparah dampak banjir.  

“Selain peningkatan debit air, tumpukan sampah, sedimentasi, serta konstruksi sungai dan jembatan yang belum optimal turut memperparah dampak banjir,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor.  

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu menekankan bahwa banjir tidak bisa dipandang sebagai persoalan sesaat. Menurutnya, diperlukan pemetaan akar masalah secara menyeluruh, terutama terkait degradasi lingkungan dan deforestasi.  

“Saat ini, tutupan hutan di Jawa Barat diperkirakan hanya tersisa sekitar 17 persen, jauh di bawah ambang ideal minimal 30 persen untuk menjaga keseimbangan sistem hidrologi,” terang Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.  

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan Komisi IV DPR RI menjadi langkah strategis untuk memperkuat penanganan darurat sekaligus mendorong solusi jangka panjang. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko banjir di masa mendatang, sekaligus mengembalikan keseimbangan ekologi yang semakin tergerus.  

Kunjungan Prof. Rokhmin di Cirebon bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga dorongan nyata agar penanganan banjir tidak berhenti pada solusi jangka pendek. Dengan sinergi lintas sektor, ia optimistis bahwa masyarakat dapat lebih terlindungi dari ancaman bencana serupa di kemudian hari.

Komentar