Kamis, 04 Juni 2026 | 12:06
NEWS

Banjir Meluas di Pidie Jaya, Sejumlah Desa di Tiga Kecamatan Tergenang

Banjir Meluas di Pidie Jaya, Sejumlah Desa di Tiga Kecamatan Tergenang
Banjir meluas di Pidie Jaya, sejumlah desa di tiga kecamatan tergenang (Dok Askara)

ASKARA - Kondisi banjir di Kabupaten Pidie Jaya semakin meluas. Update laporan relawan per Rabu, 24 Desember 2025, mencatat sejumlah desa di tiga kecamatan terdampak luapan sungai yang mulai masuk ke jalan dan permukiman warga, sehingga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.

Berdasarkan laporan terbaru dari relawan Yayasan Hakka Aceh, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh, dan Persaudaraan Masyarakat Tionghoa Aceh (PerMaTA), wilayah terdampak di Kabupaten Pidie Jaya meliputi: Kecamatan Meurah Dua; Gampong Dayah Usen; Gampong Mancang; Gampong Dayah Kruet; Gampong Meunasah Raya; Gampong Blang Cut; Kecamatan Meureudu; Gampong Berawang, Gampong Meunasah Lhok; Grong-Grong Beracan; Kecamatan Bandar Dua; Gampong Drieng Tujoh; Gampong Alue Sane.

Luapan air sungai dilaporkan telah menggenangi jalan dan rumah penduduk di desa-desa tersebut, menyebabkan akses bantuan logistik sementara tidak dapat dilakukan.

Sebelumnya, relawan kemanusiaan diberangkatkan dari Lhokseumawe sejak dini hari dan tiba di Desa Guci, perbatasan Aceh Utara-Bener Meriah/Takengon sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, keterbatasan akses jalan membuat relawan harus menunggu hingga sore hari sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, di Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen, kondisi sungai kembali mengalami peningkatan debit air akibat hujan yang masih turun. Situasi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Aceh, termasuk Kota Banda Aceh yang diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Ketua Yayasan Hakka Aceh, FOBI Aceh, dan PerMaTA, Aky, mengajak masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan warga terdampak dan para relawan yang masih bertugas di lapangan.

“Kami memohon doa agar Aceh segera pulih dari bencana ini, dan para relawan tetap aman serta selamat dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya, Rabu (24/12).

Direncanakan, pada Kamis pagi, relawan dari Banda Aceh akan diberangkatkan menuju Pidie Jaya dan Bireuen untuk memperkuat koordinasi dan penanganan di wilayah terdampak banjir.

Laporan situasi ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya mendorong kepedulian dan solidaritas masyarakat terhadap korban bencana di Aceh.

 

 

Komentar