Rabu, 17 Juni 2026 | 21:30
NEWS

Hari Ketiga Pencarian ABK KM Maulana 30, Basarnas Kerahkan Unsur Laut dan Udara

Hari Ketiga Pencarian ABK KM Maulana 30, Basarnas Kerahkan Unsur Laut dan Udara
Basarnas kerahkan unsur laut (Dok Basarnas)

ASKARA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melanjutkan operasi pencarian terhadap delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang dilaporkan terbakar di sekitar perairan Belimbing, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Hingga hari ketiga operasi, Senin (22/12/2025), upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Pada hari ketiga, Tim SAR Gabungan mengerahkan empat unsur utama, terdiri atas KN SAR Basudewa, dua kapal patroli milik Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), serta satu pesawat udara jenis ATR 62-500 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan. Unsur laut mulai bergerak sejak pukul 07.30 WIB menuju area pencarian berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.

KN SAR Basudewa melakukan penyisiran hingga pukul 19.30 WIB dengan hasil nihil. Dua kapal patroli TNUK juga melaksanakan pencarian di wilayah Teluk Sumatera hingga perairan sekitar Tanjung Cina menuju lokasi kejadian, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

Sementara itu, unsur udara berupa pesawat ATR 62-500 melaksanakan pencarian selama empat jam, mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB, pada ketinggian sekitar 500 kaki. Setelah menyisir area yang telah ditentukan, pesawat kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma dengan hasil pencarian nihil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama dalam operasi SAR. Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi memengaruhi jangkauan serta efektivitas pencarian.

“Kami tetap berupaya maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada, namun keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama,” ujar Deden.

Ia menambahkan, operasi pencarian akan dilanjutkan pada hari keempat, Selasa (23/12/2025), setelah KN SAR Basudewa menyelesaikan pengisian bahan bakar dan air tawar. Area pencarian juga akan disesuaikan kembali berdasarkan prediksi pergerakan korban.

Basarnas Lampung memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan hingga seluruh korban KM Maulana 30 berhasil ditemukan.

 

 

Komentar