Saat Tanda Itu Hadir di Tengah Tekanan
Saat Tanda Itu Hadir di Tengah Tekanan
Hari ini firman Tuhan mengajak memandang tanda kasih-Nya.
Bukan di ruang hening semata.
Melainkan di tengah tantangan hidup yang nyata.
Nabi Yesaya menyampaikan sebuah tanda.
Seorang perawan akan mengandung.
Seorang anak akan lahir.
Namanya Immanuel.
Allah yang menyertai.
Janji itu digenapi dalam diri Maria.
Saat malaikat menyapa.
Saat misteri terbentang.
Maria tidak berdebat.
Tidak menunda.
Hanya satu kalimat sederhana.
“Jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Tangan bersih.
Hati murni.
Sikap batin yang siap taat.
Indonesia belakangan diuji.
Konflik sosial muncul.
Keamanan diuji.
Perpecahan mudah menyusup ke hati.
Di titik inilah tugas TNI dan Polri berdiri.
Di garis depan.
Di bawah tekanan.
Menjaga damai.
Menegakkan keadilan.
Mazmur mengingatkan dengan tegas.
Yang layak berdiri di hadapan Tuhan
adalah yang bersih tangannya
dan murni hatinya.
Iman seperti Maria bukan pelarian.
Iman adalah keberanian.
Keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Paus Yohanes Paulus II pernah menyebut Indonesia
sebagai tanah yang sedang mengalami
musim semi Roh Kudus.
Tanda harapan.
Tanda pertumbuhan iman.
Paus Fransiskus menegaskan hal yang sama.
Harmoni lahir saat kepentingan bersama didahulukan.
Saat jembatan dibangun.
Saat perdamaian dipromosikan dengan nyata.
Teladan Maria tetap relevan.
Rendah hati.
Teguh.
Tidak dikuasai ketakutan.
Tidak digerakkan kebencian.
Allah menyertai setiap tugas mulia
dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ajakan hari ini sederhana.
Luangkan waktu berdoa Rosario.
Renungkan “Fiat” Maria.
Bagikan kesaksian iman kepada rekan seperjuangan.
Biarlah masa Advent ini
menguatkan langkah
dan menumbuhkan damai
di tengah badai tugas.
Doa Penutup
Ya Bunda Maria, penuh rahmat.
Doakan para anggota TNI dan Polri.
Agar iman tetap teguh.
Hati tetap murni.
Menjadi alat perdamaian Tuhan di Indonesia.
Amin.
Salam sehat berlimpah berkat.

Komentar