Angka Romawi Masa Kini
OLEH: JAYA SUPRANA
ASKARA - Angka Romawi beda nasib dari aksara Romawi.
Sementara angka Romawi disebut angka Romawi, aksara Romawi kini lebih kerap disebut aksara Latin. Aksara Latin de facto masih berjaya menguasai peradaban planet bumi abad XXI sementara angka Romawi harus mengakui bahwa angka Arab yang berasal dari India dan Persia lebih memegang fungsi suprematif di ranah matematika mau pun kehidupan sehari-hari masa kini.
Angka Romawi memiliki sejarah yang panjang dan berkembang dari sistem angka yang lebih awal. Untuk sementara ini para sejarawan masih sepakat dalam keyakinan bahwa angka Romawi berasal dari sistem angka Etruria yang digukan oleh bangsa Etruria di Italia sejak sekitar abad ke-7 SM. Sistem angka Etruria sendiri dipengaruhi oleh sistem angka Yunani kuno. Angka Romawi berkembang pada abad ke-6 SM dan digunakan secara luas di Kekaisaran Romawi. Sistem angka Romawi menggunakan kombinasi huruf-huruf Latin untuk mewakili nilai-nilai tertentu. Angka Romawi menggunakan tujuh simbol dasar, yaitu: - I (1) ; - V (5) ; - X (10) ; - L (50) ; - C (100) ; - D (500) ; - M (1000). Belum diketahui minimal oleh saya pribadi yang awam sejarah angkamologi apa alasan orang Romawi memilih simbol V untuk 5 dan X untuk 10 . Juga tidak jelas kenapa 4 ditulis IV bukan IIII padahal 3 = lll meski 5 = V. Masih banyak berkeliaran pertanyaan alasanologis tentang angka Romawi semisal kenapa aksara B dan W tidak dipilih sebagai simbol hitung-menghitung.
Angka Romawi mengandung aturan-aturan tertentu untuk menggabungkan simbol-simbol tersebut, seperti:
- Penjumlahan: simbol-simbol yang lebih kecil ditempatkan di sebelah kanan simbol yang lebih besar untuk menunjukkan penjumlahan.
- Pengurangan: simbol-simbol yang lebih kecil ditempatkan di sebelah kiri simbol yang lebih besar untuk menunjukkan pengurangan-
- Penggunaan: Angka Romawi digunakan secara luas di Kekaisaran Romawi untuk berbagai kebutuhan, seperti penomoran tahun, penulisan tanggal, dan penghitungan.
- Pengaruh: Angka Romawi memiliki pengaruh besar pada sistem angka di Eropa dan masih digunakan hingga hari ini dalam beberapa konteks, seperti penomoran bab dan halaman dalam buku , penomoran jilid.
- Nama para Raja, Ratu dan Sultan : Amangkurat l ; Amangkurat II ; Amangkurat III dan seterusnya . Pakubuwono I sd XIII. Hamengkubuwono I s/d Hamengkubuwono X. Paku Alam I dan X. Raja Charles I s/d III. Ratu Elisabeth I dan II. Mehmed I dan seterusnya.
Dengan demikian, layak disimpulkan bahwa angka Romawi memiliki sejarah yang panjang dan berkembang dari sistem angka yang lebih awal. Sistem angka Romawi masih digunakan hingga hari ini dalam beberapa konteks dan memiliki pengaruh besar pada sistem angka di Eropa. Fakta sejarah membuktikan bahwa angka Arab sejak masa Al Hikmah secara lambat tapi pasti mengambil alih kekuasaan di semesta matematika khususnya aritmetika di planet bumi masa kini, namun angka Romawi masih bertahan khusus pada posisi dan proposisi tertentu dalam ilmu bahasa maupun semiotika.

Komentar