Drama Konferda PDI Perjuangan Jateng Berujung Mundurnya Rudy Kumis
ASKARA - Drama pembatalan Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah yang rencananya digelar di Jakarta terus bergulir dan kian memuncak. FX Hadi Rudyatmo atau yang akrab disapa Rudy Kumis, resmi mengundurkan diri dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.
Pengunduran diri tersebut terungkap melalui surat pribadi Rudy Kumis yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, tertanggal Rabu, 17 Desember 2025. Surat itu kini beredar luas di kalangan internal partai.
Mundurnya Rudy Kumis disebut-sebut sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas pembatalan Konferda PDI Perjuangan Jawa Tengah yang sedianya digelar pada Selasa, 16 Desember 2025, di Lenteng Agung, Jakarta. Pembatalan itu dilakukan secara mendadak oleh DPP PDI Perjuangan dengan alasan situasi tertentu yang tidak dijelaskan secara terbuka.
Belakangan beredar informasi bahwa keputusan pembatalan Konferda dipicu oleh resistensi dan kekecewaan kader serta pengurus PDI Perjuangan di Jawa Tengah. Sebagian besar pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) disebut menginginkan Konferda tetap dilaksanakan di Jawa Tengah, bukan di Jakarta.
“Jika Konferda dilaksanakan di Jakarta, akan menimbulkan kekecewaan bagi kader dan pengurus di tingkat cabang di Jawa Tengah,” ujar salah satu sumber internal PDI Perjuangan yang enggan disebutkan namanya.
Sumber tersebut menambahkan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri diyakini membaca sinyal kegelisahan dan ketidakpuasan kader di daerah. Atas dasar itu, DPP PDI Perjuangan akhirnya memilih membatalkan agenda Konferda.
Namun, keputusan pembatalan itu justru menjadi puncak dari dinamika internal yang terjadi. Rudy Kumis, selaku Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, akhirnya memilih mundur dari jabatannya.
“Rudy merasa kehadirannya tidak diterima di Jawa Tengah. Karena itu, pengunduran diri dianggap sebagai jalan keluar. Ia kecewa atas pembatalan Konferda di Jakarta,” ujar sumber tersebut.
Dalam surat pengunduran dirinya yang ditembuskan kepada Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi, serta para Ketua DPP, Rudy Kumis secara tegas menyatakan tidak bersedia melanjutkan mandat sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.
Ia mengemukakan alasan ketidakmampuan pribadi serta mempertimbangkan situasi dan kondisi internal partai saat ini, termasuk dinamika soliditas dan kekompakan organisasi.
“Mengingat dan mempertimbangkan ketidakmampuan kami menjadi Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, serta melihat situasi kondisi saat ini, agar organisasi berjalan solid dan kompak,” tulis Rudy Kumis dalam surat tersebut.
Dengan pertimbangan tersebut, Rudy Kumis menyatakan mundur dari jabatan Plt Ketua dan memilih kembali menjadi anggota biasa PDI Perjuangan.
“Dengan tulus ikhlas, kami mulai tanggal 17 Desember 2025, mengundurkan diri dari jabatan yang ditugaskan Ketua Umum Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah,” tegasnya.
Dinamika jelang Konferda DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah pun kian menyisakan tanda tanya, seiring belum adanya kepastian langkah lanjutan dari DPP PDI Perjuangan terkait kepemimpinan dan jadwal Konferda di provinsi tersebut.

Komentar