Kamis, 18 Juni 2026 | 01:34
NEWS

Belasan Ribu Warga Aceh dalam dan luar negeri Bersatu Tolak Tambang Emas Linge

Belasan Ribu Warga Aceh dalam dan luar negeri  Bersatu Tolak Tambang Emas Linge
Petisi tolak tolak tambang emas Linge (Dok Askara)

ASKARA - Penolakan terhadap rencana tambang emas PT Linge Mineral Resources (LMR) di kawasan Linge, Aceh Tengah, terus menguat. Hingga pertengahan Desember 2025, sebanyak 11.181 orang telah menandatangani petisi penolakan, menolak kehadiran perusahaan yang disebut-sebut berafiliasi dengan Group Bakrie tersebut.

Petisi bertajuk “Selamatkan Kopi Gayo, Tolak Tambang Linge!” digagas warga Linge bersama pegiat lingkungan dan petani kopi. Kawasan yang akan dieksploitasi berada di hulu Sungai Jambo Aye, wilayah penting penyangga ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat lintas kabupaten di Aceh.

Pembuka petisi, Zam Zam Mubarak, Founder Linge Antara Institute, menyatakan bahwa rencana tambang emas PT LMR berpotensi merusak ekosistem Leuser, yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia. Selain itu, aktivitas tambang dinilai mengancam situs sejarah Kerajaan Linge, kerajaan proto Melayu tertua di kawasan tersebut.

“Mayoritas warga Gayo adalah petani kopi. Bagi kami, kopi Gayo adalah emas merah yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Kalau tambang emas, yang untung hanya perusahaan, sementara kami menanggung kerusakan lingkungan,” ujar Zam Zam dalam keterangannya, Rabu (17/12).

Warga juga menyoroti ketertutupan dokumen perizinan PT LMR yang dinilai tidak transparan dan minim pelibatan masyarakat. Sejak awal rencana tambang mencuat, penolakan telah disampaikan melalui berbagai forum daerah, namun disebut belum mendapat respons memadai.

Selain ancaman lingkungan dan sosial, eksploitasi tambang dinilai berpotensi memperparah krisis iklim, yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas kopi Gayo, komoditas unggulan nasional dan sumber ekonomi utama masyarakat setempat.

Sejumlah pengamat menilai, bila kerusakan lingkungan di kawasan hulu Jambo Aye berujung pada penetapan bencana nasional, maka peluang moratorium tambang terbuka lebar. Situasi ini disebut membuat kalangan elite dan pelaku usaha tambang berada dalam posisi tertekan.

Gerakan penolakan ini menegaskan bahwa perjuangan warga Linge bukan semata menolak tambang, tetapi mempertahankan lingkungan hidup, sejarah, dan keberlanjutan ekonomi rakyat. Warga berharap dukungan publik terus menguat agar kawasan Linge tetap lestari dan bebas dari eksploitasi tambang.

"Hingga saat ini Linge masih terisolasi pasca banjir dan longsor," ujar Zam Zam.

Bagi rakyat Indonesia yg berpartisifasi bisa akses link :

https://www.change.org/p/tolak-tambang-linge-savelingeantarasavegayocoffee

 

Komentar