Prabowo Datangi Aceh Tamiang, Rangkul Korban Banjir Bangkit dari Duka
ASKARA - Di tengah tanah yang masih basah oleh sisa lumpur dan rumah-rumah yang tinggal rangka, Presiden Prabowo Subianto menjejakkan kaki di wilayah terdampak bencana Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025). Dengan helikopter yang mendarat di Lapangan Bima Patra Bukit Rata, Prabowo datang bukan sekadar memenuhi agenda negara, tetapi menunaikan janji: memastikan masyarakat yang diuji bencana tidak dibiarkan sendirian.
Perjalanan menuju posko pengungsian membuka pemandangan yang menggetarkan hati. Di kiri-kanan, jejak banjir masih menguasai: endapan lumpur yang menutup badan jalan, pepohonan kering yang tampak pasrah, serta puing-puing rumah yang terseret arus bandang. “Saya datang sesuai janji saya. Waktu itu Tamiang masih terputus,” ucap Presiden, suaranya pelan namun tegas, seakan menyimpan duka yang sama dengan warga.
Sesampainya di posko pengungsian Jembatan Aceh Tamiang, suasana tiba-tiba berubah hangat. Anak-anak berdiri berbaris, menyambut Presiden dengan nyanyian lembut, “Selamat datang, Bapak…” Prabowo tersenyum, menunduk menyapa mereka satu per satu. Di balik senyum anak-anak itu, tersimpan trauma, kecemasan, dan kerinduan pada rumah yang mungkin tak lagi berdiri. Namun pagi itu, setidaknya, mereka merasakan pelukan hangat seorang pemimpin.
Di posko kesehatan, Presiden Prabowo berjongkok mendekati warga yang sedang menjalani perawatan. Ia bertanya tentang keluhan mereka, mendengarkan dengan saksama, lalu menepuk pelan bahu mereka seolah mengatakan bahwa negara hadir, bahwa mereka tidak sendiri. Para tenaga medis pun tak luput dari perhatiannya. Dengan mata letih karena kerja berhari-hari, mereka mendapat semangat langsung dari Kepala Negara.
Kunjungan berlanjut ke bawah jembatan, tempat sejumlah warga masih bertahan setelah rumah mereka rusak parah. Presiden menyaksikan sendiri endapan lumpur setebal beberapa sentimeter, potongan kayu yang menumpuk, dan serpihan perabotan yang tak lagi dapat diselamatkan. Setiap langkah seakan menjadi saksi betapa dahsyatnya bencana yang menerjang.
Di tenda pengungsian, anak-anak kembali mendekat, kali ini lebih berani. Ada yang menyalami, ada yang memeluk, ada pula yang spontan digendong oleh Presiden. Dalam momen-momen itu, seolah waktu berhenti sejenak; derita bencana mereda, digantikan tawa polos anak-anak dan keramahan seorang pemimpin yang menundukkan dirinya di tengah penderitaan rakyat.
Keadaan kota sekitar turut meninggalkan kesan yang tak kalah pilu. Debu tebal menutupi dinding rumah, kendaraan, hingga pagar-pagar yang dulu bersih. Namun di balik itu semua, terpancar harapan bahwa Aceh Tamiang tidak akan menghadapi pemulihan ini sendiri.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.
Bencana mungkin memisahkan warga dari rumah mereka, tapi pagi itu, kedatangan Presiden menyatukan kembali harapan yang sempat tercerai-berai.

Komentar