Rabu, 17 Juni 2026 | 22:34
NEWS

PHI dan SKK Migas Gelar Latihan Darurat Perkuat Kesiapsiagaan Migas

PHI dan SKK Migas Gelar Latihan Darurat Perkuat Kesiapsiagaan Migas
PHI dan SKK Migas gelar latihan darurat untuk perkuat kesiapsiagaan Migas (Dok PHI)

ASKARA - Kesiapsiagaan operasi hulu migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi kembali diuji melalui penyelenggaraan Joint Readiness Exercise (JRE) SKK Migas Kalsul yang digelar di Balikpapan pada akhir November. Latihan darurat berskala besar ini diprakarsai oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dan Eni Muara Bakau B.V. (ENI) selaku tuan rumah.

Latihan terpadu tersebut mempertemukan 13 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan total 80 peserta dari berbagai unit operasi. Mengangkat tema “Stronger Synergy, Greater Collaboration”, JRE tahun ini dirancang untuk meningkatkan keseragaman pemahaman, memperkuat koordinasi lintas perusahaan, serta memastikan respons cepat dan efektif ketika terjadi keadaan darurat di wilayah operasi migas.

Acara turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (KPLP), Ditpolairud Polda Kalimantan Timur, KSOP, Basarnas, Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan SKK Migas Kalsul. Seluruh unsur ini membahas mekanisme kolaborasi yang diperlukan agar keputusan di tengah situasi gawat darurat dapat diambil secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kepala Departemen Operasi SKK Migas Kalsul, Dedy Hidayat, menekankan bahwa aspek utama dalam respons darurat bukan hanya teknologi, melainkan sinergi antarpihak. “Teknologi tidak akan memberi hasil maksimal tanpa koordinasi yang kuat. Kecepatan, ketepatan komunikasi, dan kesiapan kolektif adalah kunci penyelamatan,” ujarnya.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan materi teknis mengenai manajemen insiden, struktur komando, komunikasi krisis, hingga praktik kolaborasi berbasis Incident Command System (ICS). Salah satu sesi paling krusial adalah table-top drill, yaitu simulasi skenario insiden migas yang dibuat mendekati kondisi nyata. Dalam latihan ini, Tim Teknis harus membaca perubahan eskalasi secara real time dan mengambil keputusan strategis, sementara Tim Komunikasi berlatih menghadapi tekanan pemberitaan media dan permintaan informasi dari regulator.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyebut JRE sebagai forum penting untuk memperkuat sinergi nasional di sektor hulu migas. “Kesiapsiagaan energi nasional hanya dapat terjaga bila seluruh pemangku kepentingan, SKK Migas, KKKS, pemerintah daerah, hingga masyarakat, bergerak bersama. Sinergi adalah fondasi keamanan operasi hulu migas dan keberlanjutan produksi nasional,” tegasnya.

Dony juga menambahkan bahwa penyelenggaraan JRE tahun ini menjadi bagian integral dalam memperkuat ekosistem kesiapsiagaan yang mendukung ketahanan energi Indonesia, sekaligus memastikan operasi berlangsung aman, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, 9, dan 10. Sepanjang 2024, PHI mencatat produksi 58,4 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 621,2 MMSCFD gas. Dengan prinsip ESG sebagai fondasi, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya terus mengupayakan operasi yang aman, patuh regulasi, serta ramah lingkungan untuk menghadirkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. 

 

 

Komentar