Kamis, 18 Juni 2026 | 03:50
COMMUNITY

Misi Berat Berakhir dengan Air Mata Haru

Relawan Hakka Aceh, Fobi Aceh & PerMaTA Tembus Pedalaman untuk Kemanusiaan

Relawan Hakka Aceh, Fobi Aceh & PerMaTA Tembus Pedalaman untuk Kemanusiaan
Relawan Hakka menembus jalur berlumpur, menyeberangi aliran sungai, mendaki bukit terjal, dan menghadapi perjalanan panjang berjam-jam (Dok Hakka)

ASKARA - Di tengah sunyi dan terjalnya pedalaman Kecamatan Langkahan, ketika banyak orang mungkin menyerah, sekelompok relawan justru memilih untuk melangkah lebih jauh. Para relawan Yayasan Hakka Aceh, Fobi Aceh, dan PerMaTA Aceh telah menyelesaikan misi kemanusiaan mereka di Desa Sarah Raka dan Rumoh Rayeuk, dua titik terpencil yang hanya bisa dicapai dengan keberanian, tekad, dan ketulusan hati.

Mereka menembus jalur berlumpur, menyeberangi aliran sungai, mendaki bukit terjal, dan menghadapi perjalanan panjang berjam-jam tanpa kepastian. Namun setiap langkah mereka membawa harapan bagi warga yang selama ini terisolasi. Di desa-desa itu, sambutan warga tak hanya berupa ucapan terima kasih, melainkan pelukan, air mata, dan kelegaan setelah lama menanti uluran tangan.

Sang Ketua Yayasan Hakka Aceh, Fobi Aceh & PerMaTA, Aky, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. “Salam hormat kami untuk para relawan, pahlawan kemanusiaan kami. Perjuangan mereka luar biasa berat… dan mereka pulang dengan selamat. Itu adalah anugerah yang tak ternilai,” ujarnya penuh emosional, Senin (8/12).

Misi ini bukan sekadar perjalanan membawa bantuan. Ia menjadi bukti bahwa kemanusiaan masih hidup, berdetak kuat dalam diri mereka yang memilih untuk memberi tanpa pamrih. Relawan-relawan ini meninggalkan rumah, keluarga, dan kenyamanan demi hadir bagi saudara-saudara yang jauh dari jangkauan.

Ketika kendaraan terakhir mereka meninggalkan Rumoh Rayeuk, yang tertinggal bukan hanya jejak roda di tanah basah, tetapi juga jejak kasih dalam hati warga pedalaman Langkahan. Sebuah pesan sederhana namun bermakna: Aceh tidak pernah sendiri.

 

 

Komentar