Rabu, 17 Juni 2026 | 16:48
NEWS

Tadi Malam Sulut Diguncang Gempa M6,2

Tadi Malam Sulut Diguncang Gempa M6,2
Peta gempa M6,2 di Tenggara Bolaang Uki (Dok Vsi.esdm)

ASKARA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah tenggara Bolaang Uki, Sulawesi Utara, pada Senin (17/11/2025) pukul 19.12.37 WIB. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 0,04 LS – 124,15 BT, berjarak 49 km dari Bolaang Uki, dengan kedalaman 105 km. Meski cukup kuat, gempa ini tidak memicu peringatan tsunami.

Sementara itu, USGS Amerika Serikat melaporkan gempa dengan magnitudo 5,3 pada kedalaman 119,5 km, sedangkan GFZ Jerman mencatat magnitudo 5,4 (Mw) pada kedalaman 115 km. Perbedaan data ini umum terjadi karena metode analisis dan model perhitungan masing-masing lembaga.

Sumber dan Kondisi Geologi

Pusat gempa berada di laut dengan wilayah sekitar didominasi perbukitan bergelombang dan batuan vulkanik berumur Kuarter hingga Tersier. BMKG menyebut mekanisme gempa menunjukkan pergerakan oblique naik, yang berkaitan dengan aktivitas subduksi Punggungan Mayu di Laut Maluku. Wilayah di sekitar pusat gempa umumnya berada pada kelas tanah C (tanah keras) dan D (tanah sedang).

Guncangan dan Dampak

Hingga saat ini tidak terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Guncangan dirasakan cukup kuat dengan intensitas III–IV MMI di Bone Bolango, III MMI di Gorontalo, Kotamobagu, dan Bolaang Mongondow, serta II MMI di Ampana dan Kota Ternate. Daerah terdampak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi tingkat menengah hingga tinggi.

BMKG memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena energi yang dilepaskan tidak cukup kuat meski pusatnya berada di laut.

Imbauan untuk Masyarakat

  1. Tetap tenang dan mengikuti panduan BPBD serta informasi resmi dari BMKG.
  2. Periksa kondisi bangunan secara mandiri setelah gempa.
  3. Pahami dan patuhi rambu evakuasi di sekitar permukiman.
  4. Hindari kawasan tebing atau lereng yang rawan longsor, terutama saat hujan.
  5. Gempa ini diperkirakan tidak menimbulkan bahaya ikutan seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi, atau longsoran.
  6. Bangunan di daerah rawan gempa diimbau menerapkan standar konstruksi tahan gempa dan memiliki jalur evakuasi yang jelas.

Hingga laporan ini diturunkan, BMKG masih memantau kemungkinan adanya gempa susulan dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta tidak terpengaruh informasi hoaks.

 

 

Komentar