Kamis, 18 Juni 2026 | 01:01
CULINARY

Kopi Arabika Gayo: Potensi Ekonomi dan Pariwisata Aceh Tengah

Kopi Arabika Gayo: Potensi Ekonomi dan Pariwisata Aceh Tengah
Rahmi Nia Ivana, ST, MT, Koordinator Tim Task Force Dekopinda Aceh Tengah.(Dok Zam Zam)

ASKARA - Kopi Arabika Gayo kembali menjadi sorotan nasional sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan pariwisata di Aceh Tengah.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2025–2029), Aceh Tengah ditetapkan sebagai Kawasan Komoditas Unggulan Kopi, sekaligus bagian dari kawasan swasembada pangan, air, dan energi. Penetapan ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, mengingat hampir 55 persen kepala keluarga di Aceh Tengah bergantung pada sektor perkebunan kopi.

Selain menjadi tulang punggung ekonomi daerah, Kopi Arabika Gayo juga memiliki nilai strategis dalam sektor pariwisata agro (agro wisata). Hamparan kebun kopi di dataran tinggi Gayo kini menjadi daya tarik wisata yang mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati pengalaman menanam, memetik, hingga mencicipi kopi langsung dari sumbernya.

Namun, di balik potensi besar itu, terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera diantisipasi. Dua isu utama yang dihadapi adalah perubahan iklim global dan ketatnya standar organik Uni Eropa. Kenaikan suhu bumi berpotensi menurunkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan mengancam produktivitas kopi. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga riset untuk mengembangkan varietas bibit kopi yang adaptif terhadap perubahan suhu dalam 20–30 tahun ke depan.

Sementara itu, dari sisi pasar, peningkatan kualitas dan sertifikasi organik internasional menjadi keharusan agar kopi Arabika Gayo tetap diterima di pasar global. “Selera pembeli menjadi pertimbangan utama. Karena itu, peningkatan mutu dan sertifikasi internasional harus menjadi fokus agar kopi Gayo tetap menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar Rahmi Nia Ivana, ST, MT, Koordinator Tim Task Force Dekopinda Aceh Tengah.

Rahmi menegaskan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam menjaga keberlanjutan komoditas unggulan ini, mulai dari tata kelola, tata niaga, hingga inovasi berkelanjutan. “Kopi Arabika Gayo bukan hanya sumber penghidupan bagi masyarakat, tapi juga ikon daerah yang memperkuat identitas dan potensi agrowisata Aceh Tengah,” pungkasnya, Kamis (13/11)..

 

Komentar