Polda Metro Jaya Tunjukkan Kepedulian Pasca Ledakan di SMAN 72 Jakarta
ASKARA - Polda Metro Jaya bergerak cepat menangani dampak pasca ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara, Jumat siang (7/11). Respons kepolisian tidak hanya berfokus pada penyelidikan penyebab ledakan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui pendampingan psikologis bagi korban dan keluarga.
Tim Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya langsung diterjunkan sejak Jumat malam ke dua lokasi rumah sakit, yaitu RS Cempaka Putih dan RS Yarsi. Mereka memberikan Psychological First Aid (PFA) atau bantuan awal psikologis kepada korban dan keluarga yang sedang menjalani perawatan medis. Pendekatan ini dilakukan agar para korban dapat segera pulih secara emosional dan terhindar dari trauma berkepanjangan.
Selain di rumah sakit, pendampingan juga dilakukan di lingkungan SMAN 72 Jakarta Utara. Tim memberikan sesi trauma healing bagi guru, staf sekolah, dan saksi yang berada di lokasi kejadian. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan rasa aman di lingkungan sekolah serta membantu proses pemulihan psikologis bersama.
Polda Metro Jaya juga membuka Posko Pelayanan dan Koordinasi bersama instansi terkait untuk memastikan semua kebutuhan korban tertangani secara terpadu, mulai dari bantuan medis, dukungan psikologis, hingga layanan informasi bagi keluarga.
Langkah cepat dan humanis ini menjadi cerminan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan yang menyeluruh bagi masyarakat. “Polri tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menyembuhkan luka batin masyarakat yang terdampak,” ujar salah satu petugas di lokasi pendampingan.
Dengan sinergi antara penyelidikan dan pendampingan kemanusiaan, Polda Metro Jaya berupaya menghadirkan kehadiran negara yang menenangkan di tengah masyarakat pasca tragedi di SMAN 72 Jakarta Utara.

Komentar