Malam Memcekam, Saat Khodam Harimau Menampakkan Diri
ASKARA - Malam itu, suasana kamar seorang teman Beni (Hersunu) berubah dingin dan sunyi. Tidak ada angin, tidak ada suara jangkrik. Hanya cahaya redup dari lampu meja yang menyorot sebutir batu akik berwarna gelap, batu yang sejak lama disebut-sebut punya penunggu.
Beni, yang dulu mendapat batu itu dari seorang orang pintar di Ciamis, awalnya hanya ingin mengganti ring batu tersebut. Tampak sederhana, tapi ternyata bukan hal biasa.
"Saya minta teman gantiin ring-nya. Tapi pas malam hari dicek, tiba-tiba muncul sosok harimau… besar… di kamar itu," tutur Beni dengan nada pelan, matanya menatap kosong seolah masih terbayang kejadian malam itu.
Temannya yang berada di kamar sempat terpaku, antara percaya dan tidak. Bayangan berwujud harimau itu muncul di sisi tempat tidur, menunduk seolah memperingatkan sesuatu. Hanya beberapa detik, namun cukup membuat bulu kuduk berdiri.
Keesokan harinya, teman Beni tetap berusaha mengganti ring batu itu. Namun entah kenapa, batu tersebut tidak bisa dilepaskan dari cincinnya. Saat mencoba memotong ring dengan silet, tangannya justru terluka hingga berdarah.
"Padahal baru pertama kali coba ganti ring, tapi keras sekali. Tiba-tiba tangannya berdarah," ujar Beni, Minggu (19/10).
Dari situ, Beni baru teringat pesan lama dari sang pemberi batu: "Setiap batu bertuah punya penjaga. Jangan perlakukan sembarangan tanpa izin."
"Mungkin karena teman saya tidak permisi dulu. Jadi khodamnya marah," ucap Beni pelan.
Batu itu sendiri, kata Beni, telah lama menjadi pegangan keberanian. Saat dikenakan, ia merasa tidak takut berjalan sendirian di jalan sunyi atau tempat angker. Seolah ada kekuatan yang menjaganya dari balik dunia yang tak kasatmata.
"Rasanya seperti ada yang mengikuti, tapi bukan untuk menakuti… lebih seperti melindungi," katanya.
Kini, batu itu disimpan kembali dengan hati-hati. Tidak lagi sembarangan disentuh atau diutak-atik. Bagi Beni, pengalaman itu bukan sekadar kisah aneh, tapi peringatan bahwa di balik benda kecil, kadang tersimpan kekuatan besar yang tak semua mata bisa melihat.
Malam itu, kamar kecil di rumah temannya menjadi saksi. Saat batu bertuah menampakkan khodamnya, dan manusia diingatkan bahwa dunia gaib, meski tak terlihat, kadang benar-benar ada di sekitar kita.

Komentar