Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06
COMMUNITY

Milad ke-2 TTKKBI: Meriahkan Banten dengan Ritual Ketjeran dan Santunan Anak Yatim

Milad ke-2 TTKKBI: Meriahkan Banten dengan Ritual Ketjeran dan Santunan Anak Yatim
Perayaan Milad ke-2 Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) berlangsung meriah (Dok Erfan)

ASKARA - Perayaan Milad ke-2 Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) berlangsung meriah di kediaman Ketua Umum TTKKBI, H. Tb. Arif Hidayat, di Lontar, Serang, Banten, pada Sabtu malam (18/10/2025). Acara nasional ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi para pewaris budaya Banten, tetapi juga wujud nyata pelestarian seni bela diri dan nilai-nilai kemanusiaan.

Perayaan diwarnai ritual Ketjeran Tjimande, pemotongan tumpeng, penyerahan cinderamata, serta santunan bagi anak-anak yatim. Momentum ini menjadi simbol rasa syukur atas kiprah TTKKBI yang baru berusia dua tahun namun sudah mampu mengibarkan semangat persatuan dan pelestarian warisan Karuhun Banten.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPP TTKKBI H. Tb. Arif Hidayat, Sekjen DPP H. Dodi Suryana, perwakilan Polres Kota Serang, Dandim Serang, Polisi Militer, Dinas Pariwisata Serang, serta para Ketua DPW dari lima provinsi seperti Lampung, Tangerang, Bekasi, dan Tanggamus.

Dalam sambutannya, H. Tb. Arif Hidayat menyampaikan rasa syukur atas kemajuan organisasi yang kini telah berdiri di berbagai provinsi di Indonesia.

“Alhamdulillah, di usia dua tahun, TTKKBI sudah mampu memperluas jalinan silaturahmi dan melestarikan kesenian Tari Kolot Karuhun Banten di lima provinsi. Ke depan, kami berharap TTKKBI terus berkembang hingga ke seluruh Nusantara tanpa meninggalkan warisan leluhur Banten,” ujar Tb. Arif.

Sebagai organisasi budaya dan bela diri, TTKKBI berkomitmen menjaga serta mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Melalui pelatihan, pagelaran seni, dan pengembangan jurus khas, TTKKBI terus menumbuhkan semangat persatuan dalam bingkai budaya dan kebangsaan.

 

 

Komentar