Ferdinandus Kainakaimu Dilantik Jadi Sekda Definitif Papua Selatan
ASKARA - Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Selatan berlangsung khidmat di Ballroom Swiss-Belhotel Merauke, Selasa (14/10/2025). Acara ini disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si.
Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Papua Selatan, Prof. Apolo Safanpo, yang secara resmi menetapkan Ferdinandus Kainakaimu sebagai Sekda definitif masa bakti 2025–2030. Ferdinandus, putra asli Kabupaten Mappi dan mantan Sekda Mappi, menggantikan Maddaremeng yang selama tiga tahun terakhir menjabat sebagai Penjabat Sekda Papua Selatan. Maddaremeng akan kembali bertugas di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri.
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, pimpinan dan anggota Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPPS), para bupati dan wakil bupati, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta perwakilan organisasi pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan masyarakat adat.
Usai pengambilan sumpah, Ferdinandus Kainakaimu bersama istrinya, Mellya Kainakaimu, menerima penyematan mahkota cenderawasih dan noken adat sebagai simbol kehormatan dari delapan suku besar di wilayah Papua Selatan, yakni Suku Auyu, Yaqhai, Muyu, Marind, Asmat, dan Kombay-Koroway. Penyematan ini menandai dukungan masyarakat adat terhadap kepemimpinan Sekda baru.
Dalam sambutan perdananya, Ferdinandus berkomitmen untuk bekerja dengan integritas dan menjadikan masyarakat adat sebagai bagian penting dalam pembangunan Papua Selatan. “Saya akan setia membangun Papua Selatan menjadi lebih baik dengan memperhatikan aspirasi dan kearifan masyarakat adat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Apolo Safanpo menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan. “Kita harus membangun Papua Selatan dengan kolaborasi dan kebersamaan demi kemajuan masyarakat di seluruh wilayah,” pesannya.

Komentar