Rabu, 17 Juni 2026 | 20:07
NEWS

Pertamina EP Tarakan Latih Warga Binaan Lapas Nunukan Olah Rumput Laut

Pertamina EP Tarakan Latih Warga Binaan Lapas Nunukan Olah Rumput Laut
PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field menggelar pelatihan Pengolahan Rumput Laut dan Kewirausahaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Nunukan. (Dok PEP)

ASKARA - PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field menggelar pelatihan Pengolahan Rumput Laut dan Kewirausahaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Nunukan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di aula Lapas pada akhir September ini merupakan bagian dari Program Kerja Sama (PKS) berkelanjutan antara PEP Tarakan Field dan Lapas Kelas IIB Nunukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi para peserta.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan serta Kegiatan Kerja Lapas Nunukan, Eko Novyanto, serta Camat Nunukan Selatan, Ramsidah, yang memberikan apresiasi atas kolaborasi ini. Sebanyak 20 warga binaan mengikuti materi kewirausahaan serta praktik langsung pengolahan rumput laut menjadi produk olahan bernilai ekonomi seperti dodol dan amplang.

Nunukan, yang terletak di ujung utara Provinsi Kalimantan Utara dan termasuk dalam wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), memiliki potensi besar dalam pengembangan produk berbasis laut. Dengan pelabuhan strategis yang terhubung ke Tawau, Malaysia, wilayah ini dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan untuk hasil olahan rumput laut.

Head of Comrel & CID Zona 10 PEP, Dharma Saputra, menjelaskan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini difokuskan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pelaku UMKM berbasis kewirausahaan serta lingkungan. “Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengolah produk turunan rumput laut sekaligus menambah nilai jualnya,” ujar Dharma dalam keterangan, Selasa (14/10).

Sementara itu, Eko Novyanto menegaskan pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. “Setelah pelatihan, peserta diharapkan mampu memproduksi amplang dan dodol rumput laut yang nantinya akan dipasarkan melalui Galeri Wisata SAE Lanuka, fasilitas asimilasi dan edukasi milik Lapas Nunukan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menambahkan bahwa program CSR ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, keberhasilan program seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekitar operasi migas. “Masyarakat yang berdaya dan lingkungan yang lestari akan mendukung keberlanjutan operasi migas nasional. Ini merupakan manfaat bersama antara perusahaan dan masyarakat,” pungkas Dony.

 

 

Komentar