Prof. Rokhmin Dahuri Dorong Konservasi Rajungan dan Ekspor Berkelanjutan di Kampung Nelayan Maju Citemu
ASKARA — Desa Citemu, Kecamatan Mundu, resmi menyandang predikat Kampung Nelayan Maju dan Desa Wisata Tahun 2025. Dalam kunjungan kerja pada Sabtu, 11 Oktober 2024, Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat arah pembangunan berbasis potensi lokal.
Kunjungan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis: ibu-ibu PKK, penyuluh perikanan, perwakilan ketahanan pangan, hingga Kuwu Are selaku Kepala Desa. Salah satu harapan besar yang disampaikan adalah pengembangan konservasi rajungan secara modern di laut lepas, meniru fasilitas di Jepara dan Pangandaran. Tujuannya jelas: meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) demi pemberdayaan masyarakat dan fasilitas publik.
Tantangan Nelayan dan Harapan Ekspor
Warsita, Ketua Perhimpunan Kelompok Nelayan Rajungan (PKNR), mengungkapkan tantangan utama: biaya sewa kapal dan transportasi untuk program restocking rajungan belum ditanggapi Pemda. Ia juga menyoroti kebingungan 19.000 nelayan jaring kejer akibat surat edaran larangan alat tangkap tersebut.
"Rajungan bisa dijual hingga Rp150.000/kg ke pasar Amerika Serikat. Tapi kalau alat tangkap kami dilarang tanpa solusi, bagaimana kami bisa bertahan?" ujar Warsita.
PKNR berharap Prof. Rokhmin dapat menjembatani masalah ini ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Aspirasi lain datang dari Hj. Kuneng, yang meminta dukungan mesin pengolah kerupuk rajungan dan fasilitasi Pesta Laut sebagai bagian dari promosi wisata desa.
Komitmen dan Solusi dari Prof. Rokhmin
Menanggapi aspirasi tersebut, Prof. Rokhmin, yang juga Ketua DPP PDI-Perjuangan Bidang Kelautan Perikanan dan Rektor Universitas UMMI Bogor menegaskan komitmennya. Ia akan menghitung kebutuhan kapal nelayan dan mendatangkan Dirjen terkait untuk sosialisasi dan pencarian solusi.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan: "Satu ekor rajungan bisa memijahkan 750 ribu telur. Kalau kita tangkap saat bertelur, kita kehilangan masa depan laut kita," ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini.
Prof. Rokhmin mendorong manajemen close season dan pembudidayaan sebagai strategi jangka panjang agar sumber daya laut tetap lestari dan ekspor rajungan Indonesia terus berdaya saing.

Komentar