Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:10
NEWS

Hironimus Taime Soroti Budaya Kerja ASN dan Pentingnya Kepemimpinan Berorientasi Rakyat

Hironimus Taime Soroti Budaya Kerja ASN dan Pentingnya Kepemimpinan Berorientasi Rakyat
Ilustrasi kepemimpinan untuk rakyat (Dok Freepik)

ASKARA - Hironimus Taime menilai kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan kemampuan mempengaruhi, memotivasi, dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tulisannya “Apa Arti Kepemimpinan (Leadership)”, ia menegaskan bahwa inti kepemimpinan adalah wajah yang menghadap rakyat.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu merumuskan visi, misi, strategi, hingga rencana aksi yang jelas serta membangun budaya kerja organisasi yang kuat. “Budaya kerja menentukan arah keberhasilan sebuah organisasi,” katanya, Sabtu (4/10).

Hiro memberi contoh, disiplin TNI bisa menjadi teladan bagi masyarakat, sementara Polri kini sedang direformasi untuk memperbaiki kelemahan budaya kerjanya. Sebaliknya, ASN masih sering menunjukkan kinerja lambat dan lebih berorientasi pada proyek ketimbang pelayanan. Ia juga menyoroti DPR yang kerap terlibat dalam urusan proyek di luar kewenangannya.

Ia menjelaskan, terdapat berbagai gaya kepemimpinan, mulai dari transaksional yang berbasis imbalan dan hukuman, transformasional yang memberi inspirasi, hingga laissez-faire yang memberi keleluasaan penuh kepada tim.

Namun demikian, yang terpenting, kata Hiro Taime, adalah keterhubungan langsung pemimpin dengan rakyat. “Pemimpin yang dipilih rakyat wajib hadir, mendengar, dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar program di atas kertas,” tegasnya.

Hiro menambahkan, pola kepemimpinan pun bisa bersifat otoriter, dipimpin kepala atau kolektif kolegial, dipimpin ketua. Apa pun modelnya, masyarakat tetap berhak mengawasi jalannya kepemimpinan.

“Rakyat tidak boleh pasif. Mereka punya hak mengontrol, sementara pemimpin wajib membuka telinga dan hati untuk suara rakyat,” pungkasnya.

 

 

Komentar