Tim SAR Evakuasi 18 Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
ASKARA - Setelah lebih dari 24 jam bekerja tanpa henti, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban tambahan dari reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (1/10/2025).
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyebutkan bahwa seluruh korban dievakuasi dari sektor pencarian Site A1. Proses berlangsung dramatis karena tim harus membuka akses aman di tengah reruntuhan yang tidak stabil.
Evakuasi dimulai pada pukul 14.48 WIB, ketika korban ke-12 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tidak lama kemudian, pukul 15.22 WIB, korban ke-13 bernama Haikal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Pada sore hari, pukul 18.05 WIB, korban ke-14 Muhammad Wahyudi berhasil diselamatkan, disusul pukul 18.40 WIB korban ke-15 Al Fatih juga selamat. Namun hanya berselang 10 menit, korban ke-16 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Upaya terus dilanjutkan hingga pukul 19.16 WIB, korban ke-17 Putra dievakuasi dalam kondisi selamat. Terakhir, pada pukul 20.20 WIB, korban ke-18 bernama Rosi juga berhasil diselamatkan.
Menurut Yudhi, metode yang digunakan sangat menantang. Tim SAR harus membuat galian dengan kedalaman sekitar 80 cm dan diameter hanya 60 cm untuk menjangkau korban. Jalur sempit itu hanya bisa dilalui dengan cara merayap, dan personel harus melakukan evakuasi dalam posisi tengkurap hingga tiga jam tiap shift.
Keberhasilan menyelamatkan Haikal menjadi bukti kerja keras tim SAR yang terus menjaga komunikasi, memberi motivasi, serta memasok makanan dan minuman agar korban bertahan hingga dievakuasi.
Dengan tambahan tersebut, total korban yang berhasil dievakuasi hingga Rabu malam mencapai 18 orang. Korban selamat segera dibawa ke RSUD Notopuro Sidoarjo untuk mendapat perawatan intensif, sementara korban meninggal dibawa ke RS Siti Hajar untuk proses identifikasi.
Operasi SAR ini melibatkan ratusan personel lintas instansi, mulai dari Kantor SAR Surabaya, Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD kabupaten/kota, unsur TNI-Polri, PMI, Damkar, hingga berbagai organisasi relawan dan potensi SAR seperti Banser, LPBI NU, BAZNAS, dan sejumlah komunitas rescue.

Komentar